12 LATIHAN KEGIATAN Yang Perlu IBU Mulai BIAR LEBIH SIAP MEMAKSIMALKAN RAMADHAN IN SYA ALLAH
❁ https://chat.whatsapp.com/K7LifmALY6N0DtReXnQZy8?mode=wwc
➊ Mulai Kurangi Barang di Dapur
※ Inspirasi: Dapur rapi, hati pun lebih tenang.
※ Motivasi: Saat puasa, energi jangan habis buat ribet—fokuskan untuk ibadah.
➋ Kurangi Jajan
※ Inspirasi: Nafsu yang dilatih hari ini, akan tunduk esok hari.
※ Motivasi: Ramadhan bukan ajang balas dendam kuliner, tapi latihan pengendalian diri.
➌ Tambah Porsi Al-Qur’an
※ Inspirasi: Sedikit demi sedikit, asal konsisten.
※ Motivasi: Jangan tunggu Ramadhan untuk dekat dengan Al-Qur’an—mulailah dari sekarang.
➍ Rencana Aktivitas Anak
※ Inspirasi: Ibu yang siap, anak pun lebih tenang.
※ Motivasi: Persiapan kecil hari ini menghindari stres besar saat puasa.
➎ Sederhanakan Menu
※ Inspirasi: Menu sederhana, pahala tetap luar biasa.
※ Motivasi: Puasa bukan soal mewahnya hidangan, tapi khusyuknya ibadah.
➏ Kurangi Screentime Keluarga
※ Inspirasi: Waktu bersama lebih berharga dari layar.
※ Motivasi: Jangan biarkan Ramadhan habis untuk scroll tanpa makna.
➐ Tidur Lebih Awal
※ Inspirasi: Tubuh terjaga, ibadah pun lebih maksimal.
※ Motivasi: Ibadah yang kuat dimulai dari istirahat yang cukup.
➑ Mulai Rutin Olahraga
※ Inspirasi: Tubuh sehat adalah amanah.
※ Motivasi: Puasa bukan alasan lemah, tapi kesempatan jadi lebih bugar.
❾ Decluttering Barang
※ Inspirasi: Berkurang di rumah, bertambah di akhirat.
※ Motivasi: Barang yang tak terpakai bisa jadi kebahagiaan bagi orang lain.
❿ Latihan Puasa Sunnah (Senin–Kamis / Ayyamul Bidh)
※ Inspirasi: Puasa bukan mendadak, tapi dibiasakan.
※ Motivasi: Latihan hari ini membuat Ramadhan terasa lebih ringan.
⓫ Latih Anak Bangun Sebelum Subuh
※ Inspirasi: Anak belajar dari teladan, bukan sekadar perintah.
※ Motivasi: Biasakan perlahan, agar sahur tak jadi drama.
⓬ Diskusikan Semua Poin dengan Suami
※ Inspirasi: Keluarga kuat dimulai dari visi yang sama.
※ Motivasi: Ramadhan akan lebih indah jika dijalani bersama, bukan sendirian.
#https://xn--r1a.website/Fawaid_Salafy/18353
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
💠️ 𝐅𝐁 bit.ly/MutiaraFaedah
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
❁ https://chat.whatsapp.com/K7LifmALY6N0DtReXnQZy8?mode=wwc
➊ Mulai Kurangi Barang di Dapur
※ Inspirasi: Dapur rapi, hati pun lebih tenang.
※ Motivasi: Saat puasa, energi jangan habis buat ribet—fokuskan untuk ibadah.
➋ Kurangi Jajan
※ Inspirasi: Nafsu yang dilatih hari ini, akan tunduk esok hari.
※ Motivasi: Ramadhan bukan ajang balas dendam kuliner, tapi latihan pengendalian diri.
➌ Tambah Porsi Al-Qur’an
※ Inspirasi: Sedikit demi sedikit, asal konsisten.
※ Motivasi: Jangan tunggu Ramadhan untuk dekat dengan Al-Qur’an—mulailah dari sekarang.
➍ Rencana Aktivitas Anak
※ Inspirasi: Ibu yang siap, anak pun lebih tenang.
※ Motivasi: Persiapan kecil hari ini menghindari stres besar saat puasa.
➎ Sederhanakan Menu
※ Inspirasi: Menu sederhana, pahala tetap luar biasa.
※ Motivasi: Puasa bukan soal mewahnya hidangan, tapi khusyuknya ibadah.
➏ Kurangi Screentime Keluarga
※ Inspirasi: Waktu bersama lebih berharga dari layar.
※ Motivasi: Jangan biarkan Ramadhan habis untuk scroll tanpa makna.
➐ Tidur Lebih Awal
※ Inspirasi: Tubuh terjaga, ibadah pun lebih maksimal.
※ Motivasi: Ibadah yang kuat dimulai dari istirahat yang cukup.
➑ Mulai Rutin Olahraga
※ Inspirasi: Tubuh sehat adalah amanah.
※ Motivasi: Puasa bukan alasan lemah, tapi kesempatan jadi lebih bugar.
❾ Decluttering Barang
※ Inspirasi: Berkurang di rumah, bertambah di akhirat.
※ Motivasi: Barang yang tak terpakai bisa jadi kebahagiaan bagi orang lain.
❿ Latihan Puasa Sunnah (Senin–Kamis / Ayyamul Bidh)
※ Inspirasi: Puasa bukan mendadak, tapi dibiasakan.
※ Motivasi: Latihan hari ini membuat Ramadhan terasa lebih ringan.
⓫ Latih Anak Bangun Sebelum Subuh
※ Inspirasi: Anak belajar dari teladan, bukan sekadar perintah.
※ Motivasi: Biasakan perlahan, agar sahur tak jadi drama.
⓬ Diskusikan Semua Poin dengan Suami
※ Inspirasi: Keluarga kuat dimulai dari visi yang sama.
※ Motivasi: Ramadhan akan lebih indah jika dijalani bersama, bukan sendirian.
#https://xn--r1a.website/Fawaid_Salafy/18353
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
💠️ 𝐅𝐁 bit.ly/MutiaraFaedah
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
KEPIKUNAN: UJIAN DI PENGHUJUNG USIA
❁ https://chat.whatsapp.com/K7LifmALY6N0DtReXnQZy8?mode=wwc
Kami memohon kepada Allah agar melindungi kita dari dikembalikan pada usia yang paling lemah (pikun).
🎙️ Asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullah berkata:
الإنسان إذا كبر وطالت به الحياة فإنه كما قال الله عزَّ وجلَّ { يردُّ إلى أرذل العمر } أي إلى أسوئه وأردئه ، فتجد هذا الرجل الذي عهدته من أعقل الرجال ، يرجع حتى يكونَ مثل الصبيان بل هو أردأُ من الصبيان ؛ لأن الصبي لم يكن قد عقِل، فلا يدري عن شيء، لكن هذا قد عقل وفهم الأشياء ، ثم رُدَّ إلى أرذل العمر ، فيكون هذا أشدّ عليه ؛ ولذلك نجد أن الذين يُردُّون إلى أرذل العمر - من كبار السن يؤذون أهليهم أشدَّ من إيذاء الصبيان؛ لأنهم كانوا قد عقلوا وقد استعاذ النبي صلى الله عليه وسلم من أن يردّ إلى أرذل العمر.
نسأل الله أن يعيذنا وإياكم من الردّ إلى أرذل العمر؛ لأن الإنسان إذا رُدّ إلى أرذل العمر تعِبَ وأتعب غيره ، حتى إن أخص الناس به يتمنى أن يموت ؛ لأنه آذاه وأتعبه ، وإذا لم يتمنَّ بلسان المقال ، فربما يتمنى بلسان الحال
"Manusia ketika telah menua dan lanjut usia, maka keadaannya bisa kembali pada kondisi sebagaimana yang Allah 'Azza wa Jalla firmankan:
یُرَدُّ إِلَىٰۤ أَرۡذَلِ ٱلۡعُمُرِ
'Dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun).'
Yaitu pada kondisi yang paling buruk dan paling rendah (kepikunan).
Sehingga engkau dapati seseorang yang dahulu kamu mengenalnya termasuk orang yang paling pandai, namun kemudian keadaannya kembali menjadi seperti anak kecil lagi. Bahkan kondisinya lebih lemah dan rendah daripada anak kecil.
Karena anak kecil belum berakal, sehingga belum tahu apa-apa, sedangkan orang tersebut tadinya berakal dan memahami berbagai perkara, kemudian kembali kepada kepikunan, sehingga hal tersebut lebih buruk baginya.
Oleh karena itu, kita dapati bahwa orang-orang lanjut usia yang pikun, dia lebih menyusahkan keluarganya daripada gangguan anak kecil, karena mereka dahulu berakal.
Dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memohon perlindungan dari dikembalikan kepada kepikunan.
Kami memohon kepada Allah agar melindungi kita dari dikembalikan kepada kepikunan.
Karena ketika seseorang menjadi pikun, dia sendiri menderita dan menyusahkan orang lain. Bahkan orang-orang terdekatnya bisa jadi malah berharap dia meninggal saja, disebabkan gangguan dan keletihan yang dia timbulkan. Meskipun harapan itu tidak terucap dengan lisan, dan hanya nampak dari sikap dan keadaan."
📚 Syarhu Riyādhish Shālihīn (jilid 2 hal. 42)
🌐 t.me/elarabekalrugea/14594
📝 Tim Admin Hikmah Salafiyyah: Abu Umar Thalhah hafizhahullah
#https://xn--r1a.website/hikmahsalafiyyah
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
💠️ 𝐅𝐁 bit.ly/MutiaraFaedah
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
❁ https://chat.whatsapp.com/K7LifmALY6N0DtReXnQZy8?mode=wwc
Kami memohon kepada Allah agar melindungi kita dari dikembalikan pada usia yang paling lemah (pikun).
🎙️ Asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullah berkata:
الإنسان إذا كبر وطالت به الحياة فإنه كما قال الله عزَّ وجلَّ { يردُّ إلى أرذل العمر } أي إلى أسوئه وأردئه ، فتجد هذا الرجل الذي عهدته من أعقل الرجال ، يرجع حتى يكونَ مثل الصبيان بل هو أردأُ من الصبيان ؛ لأن الصبي لم يكن قد عقِل، فلا يدري عن شيء، لكن هذا قد عقل وفهم الأشياء ، ثم رُدَّ إلى أرذل العمر ، فيكون هذا أشدّ عليه ؛ ولذلك نجد أن الذين يُردُّون إلى أرذل العمر - من كبار السن يؤذون أهليهم أشدَّ من إيذاء الصبيان؛ لأنهم كانوا قد عقلوا وقد استعاذ النبي صلى الله عليه وسلم من أن يردّ إلى أرذل العمر.
نسأل الله أن يعيذنا وإياكم من الردّ إلى أرذل العمر؛ لأن الإنسان إذا رُدّ إلى أرذل العمر تعِبَ وأتعب غيره ، حتى إن أخص الناس به يتمنى أن يموت ؛ لأنه آذاه وأتعبه ، وإذا لم يتمنَّ بلسان المقال ، فربما يتمنى بلسان الحال
"Manusia ketika telah menua dan lanjut usia, maka keadaannya bisa kembali pada kondisi sebagaimana yang Allah 'Azza wa Jalla firmankan:
یُرَدُّ إِلَىٰۤ أَرۡذَلِ ٱلۡعُمُرِ
'Dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun).'
Yaitu pada kondisi yang paling buruk dan paling rendah (kepikunan).
Sehingga engkau dapati seseorang yang dahulu kamu mengenalnya termasuk orang yang paling pandai, namun kemudian keadaannya kembali menjadi seperti anak kecil lagi. Bahkan kondisinya lebih lemah dan rendah daripada anak kecil.
Karena anak kecil belum berakal, sehingga belum tahu apa-apa, sedangkan orang tersebut tadinya berakal dan memahami berbagai perkara, kemudian kembali kepada kepikunan, sehingga hal tersebut lebih buruk baginya.
Oleh karena itu, kita dapati bahwa orang-orang lanjut usia yang pikun, dia lebih menyusahkan keluarganya daripada gangguan anak kecil, karena mereka dahulu berakal.
Dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memohon perlindungan dari dikembalikan kepada kepikunan.
Kami memohon kepada Allah agar melindungi kita dari dikembalikan kepada kepikunan.
Karena ketika seseorang menjadi pikun, dia sendiri menderita dan menyusahkan orang lain. Bahkan orang-orang terdekatnya bisa jadi malah berharap dia meninggal saja, disebabkan gangguan dan keletihan yang dia timbulkan. Meskipun harapan itu tidak terucap dengan lisan, dan hanya nampak dari sikap dan keadaan."
📚 Syarhu Riyādhish Shālihīn (jilid 2 hal. 42)
🌐 t.me/elarabekalrugea/14594
📝 Tim Admin Hikmah Salafiyyah: Abu Umar Thalhah hafizhahullah
#https://xn--r1a.website/hikmahsalafiyyah
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
💠️ 𝐅𝐁 bit.ly/MutiaraFaedah
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
Namun siapa yang bermaksiat kepada Allah padanya, menyelisihi Al-Qur'an dan sunnah, melakukan perbuatannya para pelaku dosa, dan tidak menghormati bulan yang Allah memuliakannya ini, maka dia memperoleh kemurkaan Allah, dan dilaknat oleh segala sesuatu yang bergerak di siang dan malam.
📕 Bustānul Wā'izhīn Wa Riyādhus Sāmi'īn, hal. 213-215
#https://xn--r1a.website/RaudhatulAnwar1
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
💠️ 𝐅𝐁 bit.ly/MutiaraFaedah
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
📕 Bustānul Wā'izhīn Wa Riyādhus Sāmi'īn, hal. 213-215
#https://xn--r1a.website/RaudhatulAnwar1
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
💠️ 𝐅𝐁 bit.ly/MutiaraFaedah
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
🇫 🇦 🇼 🇦 🇮 🇩
❁ https://chat.whatsapp.com/K7LifmALY6N0DtReXnQZy8?mode=wwc
WAHAI HAMBA, RAMADHAN TELAH MENDEKAT..
🎙️ Al Imam Ibnu Rajab -Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab (wafat 795H)- rahimahullahu ta’ala menasehatkan,
يا ذا الذي ما كفاه الذنب في رجب ... حتى عصى ربه في شهر شعبان
لقد أظلك شهر الصوم بعدهما ... فلا تصيره أيضا شهر عصيان
واتل القرآن وسبح فيه مجتهدا ... فإنه شهر تسبيح وقرآن
فاحمل على جسد ترجو النجاة له ... فسوف تضرم أجساد بنيران
كم كنت تعرف ممن صام في سلف ... من بين أهل وجيران وإخوان
أفناهم الموت واستبقاك بعدهم ... حيا فما أقرب القاصي من الداني
ومعجب بثياب العيد يقطعها ... فأصبحت في غد أثواب أكفان
حتى يعمر الإنسان مسكنه ... مصير مسكنه قبر لإنسان
'Wahai hamba yang belum juga merasa cukup dengan dosa-dosa di bulan Rajab, hingga ia terus bermaksiat kepada Rabbnya di bulan Sya‘ban. Sungguh bulan puasa akan segera menghampirimu, setelah kedua bulan tersebut berlalu; maka janganlah engkau menjadikannya sebagai bulan yang penuh dengan kemaksiatan juga!!
Bacalah Al-Qur'an dan beribadahlah pada bulan itu dengan sungguh-sungguh, karena bulan Ramadhan adalah bulannya untuk zikir dan membaca Al-Qur'an.
Maka bersungguh-sungguhlah terhadap jasad yang engkau harapkan keselamatannya,! Karena (jikalau tidak demikian) jasad-jasad akan terpanggang dengan api Neraka.
Ada berapa banyak yang engkau ketahui dari orang-orang yang berpuasa pada tahun sebelumnya, dari keluarga, tetangga dan karib kerabat lainnya... Namun ajal telah menjemput mereka dan meninggalkanmu hidup sendiri setelahnya. Sungguh, betapa dekatnya kematian—yang terasa jauh—dari orang-orang yang terdekat.
Dan berapa banyak orang-orang yang kagum dengan potongan kain hari raya yang akan dipakainya, namun kemudian hal itu menjadi kain kafan yang dikenakannya.
Hingga manusia akan membangun tempat tinggalnya, padahal tempat tinggal akhirnya adalah kubur.
📚 Sumber: Lathaiful Ma’arif (hal. 282)
---------
⚠️
-- Maka wahai jiwa, jika Allah masih memanjangkan umurmu hingga Ramadhan, itu bukan karena engkau layak, tetapi karena Allah masih membuka pintu taubat untukmu. Jangan sambut Ramadhan dengan dosa yang sama, karena kita tidak tahu apakah Ramadhan kali ini akan menjadi kesempatan terakhir. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba yang sadar sebelum dipanggil.
#https://xn--r1a.website/assalafiyyahmedan
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
💠️ 𝐅𝐁 bit.ly/MutiaraFaedah
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
❁ https://chat.whatsapp.com/K7LifmALY6N0DtReXnQZy8?mode=wwc
WAHAI HAMBA, RAMADHAN TELAH MENDEKAT..
🎙️ Al Imam Ibnu Rajab -Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab (wafat 795H)- rahimahullahu ta’ala menasehatkan,
يا ذا الذي ما كفاه الذنب في رجب ... حتى عصى ربه في شهر شعبان
لقد أظلك شهر الصوم بعدهما ... فلا تصيره أيضا شهر عصيان
واتل القرآن وسبح فيه مجتهدا ... فإنه شهر تسبيح وقرآن
فاحمل على جسد ترجو النجاة له ... فسوف تضرم أجساد بنيران
كم كنت تعرف ممن صام في سلف ... من بين أهل وجيران وإخوان
أفناهم الموت واستبقاك بعدهم ... حيا فما أقرب القاصي من الداني
ومعجب بثياب العيد يقطعها ... فأصبحت في غد أثواب أكفان
حتى يعمر الإنسان مسكنه ... مصير مسكنه قبر لإنسان
'Wahai hamba yang belum juga merasa cukup dengan dosa-dosa di bulan Rajab, hingga ia terus bermaksiat kepada Rabbnya di bulan Sya‘ban. Sungguh bulan puasa akan segera menghampirimu, setelah kedua bulan tersebut berlalu; maka janganlah engkau menjadikannya sebagai bulan yang penuh dengan kemaksiatan juga!!
Bacalah Al-Qur'an dan beribadahlah pada bulan itu dengan sungguh-sungguh, karena bulan Ramadhan adalah bulannya untuk zikir dan membaca Al-Qur'an.
Maka bersungguh-sungguhlah terhadap jasad yang engkau harapkan keselamatannya,! Karena (jikalau tidak demikian) jasad-jasad akan terpanggang dengan api Neraka.
Ada berapa banyak yang engkau ketahui dari orang-orang yang berpuasa pada tahun sebelumnya, dari keluarga, tetangga dan karib kerabat lainnya... Namun ajal telah menjemput mereka dan meninggalkanmu hidup sendiri setelahnya. Sungguh, betapa dekatnya kematian—yang terasa jauh—dari orang-orang yang terdekat.
Dan berapa banyak orang-orang yang kagum dengan potongan kain hari raya yang akan dipakainya, namun kemudian hal itu menjadi kain kafan yang dikenakannya.
Hingga manusia akan membangun tempat tinggalnya, padahal tempat tinggal akhirnya adalah kubur.
📚 Sumber: Lathaiful Ma’arif (hal. 282)
---------
⚠️
Renungan Penutup:-- Maka wahai jiwa, jika Allah masih memanjangkan umurmu hingga Ramadhan, itu bukan karena engkau layak, tetapi karena Allah masih membuka pintu taubat untukmu. Jangan sambut Ramadhan dengan dosa yang sama, karena kita tidak tahu apakah Ramadhan kali ini akan menjadi kesempatan terakhir. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba yang sadar sebelum dipanggil.
#https://xn--r1a.website/assalafiyyahmedan
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
💠️ 𝐅𝐁 bit.ly/MutiaraFaedah
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
🇵 🇦 🇷 🇪 🇳 🇹 🇮 🇳 🇬
❁ https://chat.whatsapp.com/K7LifmALY6N0DtReXnQZy8?mode=wwc
MENGAJARKAN ANAK TENTANG PUBERTAS, MENSTRUASI, DAN MIMPI BASAH TANPA RASA MALU
Ketika Kamu Mengajarkan Tanpa Rasa Malu, Anakmu Belajar Bahwa:
"Tubuhku bukan sesuatu yang kotor, tapi amanah dari Allah."
Rasa ingin tahu bukan dosa, asal diarahkan dengan benar.
Rasa malu bukan ketakutan, tapi bentuk penghormatan diri di hadapan Allah.
Kamu bukan hanya sedang mengajarkan tentang tubuh, tapi juga sedang menumbuhkan rasa percaya diri spiritual dalam dirinya.
"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya." (HR. Bukhari & Muslim)
➥ Secara Mulai Lebih Awal, Bicarakan Natural
📌 Usia 7-10 tahun:
▪️Mulailah menanamkan kesadaran tentang perubahan tubuh dengan bahasa yang sederhana dan menghormati. Katakan, "Allah menciptakan tubuh kita seperti ini, dan itu bagian dari proses tumbuh dewasa."
📌 Usia 10-14 tahun:
▪️Perkenalkan topik menstruasi, mimpi basah, mandi wajib, dan kebersihan diri dengan tenang. Gunakan istilah yang benar dan sampaikan dengan percaya diri.
▪️Menjaga Rasa Malu yang Terhormat Saat Mengajarkan
▪️Gunakan bahasa yang tenang dan wajar.
▪️Tidak perlu berbisik atau menunjukkan ekspresi canggung.
▪️Hindari candaan atau komentar yang membuat anak merasa malu.
▪️Fokuslah pada makna:
"Ini bagian dari cara Allah menumbuhkan kita menjadi dewasa."
▪️Malu bukan berarti diam.
Malu adalah cara kita mengajarkan dengan hormat dan penuh kasih.
📝
➥ Untuk Anak Laki-laki:
Jelaskan dengan tenang tentang mimpi basah dan mandi wajib. Sampaikan bahwa hal itu alami, bukan sesuatu yang memalukan. Arahkan pada tanggung jawab, menjaga kebersihan, dan menundukkan pandangan. Ingatkan bahwa memiliki keingintahuan bukan dosa, yang penting adalah bagaimana ia mengendalikannya.
➥ Untuk Anak Perempuan:
Bimbing dengan lembut. Jelaskan bahwa haid bukan kotor, tapi tanda kedewasaan yang Allah berikan. Ajarkan cara menjaga kebersihan, waktu sholat, dan pentingnya menjaga hati tetap tenang. Bantu ia melihat menstruasi sebagai rahmat, bukan beban.
Teladan dari Rasulullah ﷺ
"Rasulullah ﷺ menjawab pertanyaan tentang haid dan hubungan suami istri dengan penuh rasa hormat. Ketika seorang wanita bertanya tentang mandi wajib setelah haid, beliau menuntunnya dengan lembut, tanpa menyalahkan atau menertawakan." (HR. Bukhari No. 314, HR. Muslim No. 332)
Islam tidak menghindari pembahasan ini. Islam mengajarkannya dengan adab, keseimbangan, dan penghormatan terhadap fitrah manusia.
Kenapa Hal Ini Penting?
Kalau bukan kita yang menjelaskan, maka internet yang akan melakukannya. Tanpa adab, tanpa kasih, dan tanpa batasan.
Anak-anak berhak mendapatkan penjelasan dari orang tuanya sendiri, dengan cara yang lembut dan penuh makna.
Rasulullah ﷺ mencontohkan bahwa hal-hal pribadi bisa diajarkan dengan sopan dan jelas, agar rasa malu tumbuh dari pemahaman, bukan dari ketakutan.
"Allah tidak malu terhadap kebenaran." (QS. Al-Ahzab: 53)
#https://xn--r1a.website/Fawaid_Salafy
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
💠️ 𝐅𝐁 bit.ly/MutiaraFaedah
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
❁ https://chat.whatsapp.com/K7LifmALY6N0DtReXnQZy8?mode=wwc
MENGAJARKAN ANAK TENTANG PUBERTAS, MENSTRUASI, DAN MIMPI BASAH TANPA RASA MALU
Ketika Kamu Mengajarkan Tanpa Rasa Malu, Anakmu Belajar Bahwa:
"Tubuhku bukan sesuatu yang kotor, tapi amanah dari Allah."
Rasa ingin tahu bukan dosa, asal diarahkan dengan benar.
Rasa malu bukan ketakutan, tapi bentuk penghormatan diri di hadapan Allah.
Kamu bukan hanya sedang mengajarkan tentang tubuh, tapi juga sedang menumbuhkan rasa percaya diri spiritual dalam dirinya.
"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya." (HR. Bukhari & Muslim)
➥ Secara Mulai Lebih Awal, Bicarakan Natural
📌 Usia 7-10 tahun:
▪️Mulailah menanamkan kesadaran tentang perubahan tubuh dengan bahasa yang sederhana dan menghormati. Katakan, "Allah menciptakan tubuh kita seperti ini, dan itu bagian dari proses tumbuh dewasa."
📌 Usia 10-14 tahun:
▪️Perkenalkan topik menstruasi, mimpi basah, mandi wajib, dan kebersihan diri dengan tenang. Gunakan istilah yang benar dan sampaikan dengan percaya diri.
▪️Menjaga Rasa Malu yang Terhormat Saat Mengajarkan
▪️Gunakan bahasa yang tenang dan wajar.
▪️Tidak perlu berbisik atau menunjukkan ekspresi canggung.
▪️Hindari candaan atau komentar yang membuat anak merasa malu.
▪️Fokuslah pada makna:
"Ini bagian dari cara Allah menumbuhkan kita menjadi dewasa."
▪️Malu bukan berarti diam.
Malu adalah cara kita mengajarkan dengan hormat dan penuh kasih.
📝
Perbedaan Mengajarkan Anak Laki-laki dan Perempuan➥ Untuk Anak Laki-laki:
Jelaskan dengan tenang tentang mimpi basah dan mandi wajib. Sampaikan bahwa hal itu alami, bukan sesuatu yang memalukan. Arahkan pada tanggung jawab, menjaga kebersihan, dan menundukkan pandangan. Ingatkan bahwa memiliki keingintahuan bukan dosa, yang penting adalah bagaimana ia mengendalikannya.
➥ Untuk Anak Perempuan:
Bimbing dengan lembut. Jelaskan bahwa haid bukan kotor, tapi tanda kedewasaan yang Allah berikan. Ajarkan cara menjaga kebersihan, waktu sholat, dan pentingnya menjaga hati tetap tenang. Bantu ia melihat menstruasi sebagai rahmat, bukan beban.
Teladan dari Rasulullah ﷺ
"Rasulullah ﷺ menjawab pertanyaan tentang haid dan hubungan suami istri dengan penuh rasa hormat. Ketika seorang wanita bertanya tentang mandi wajib setelah haid, beliau menuntunnya dengan lembut, tanpa menyalahkan atau menertawakan." (HR. Bukhari No. 314, HR. Muslim No. 332)
Islam tidak menghindari pembahasan ini. Islam mengajarkannya dengan adab, keseimbangan, dan penghormatan terhadap fitrah manusia.
Kenapa Hal Ini Penting?
Kalau bukan kita yang menjelaskan, maka internet yang akan melakukannya. Tanpa adab, tanpa kasih, dan tanpa batasan.
Anak-anak berhak mendapatkan penjelasan dari orang tuanya sendiri, dengan cara yang lembut dan penuh makna.
Rasulullah ﷺ mencontohkan bahwa hal-hal pribadi bisa diajarkan dengan sopan dan jelas, agar rasa malu tumbuh dari pemahaman, bukan dari ketakutan.
"Allah tidak malu terhadap kebenaran." (QS. Al-Ahzab: 53)
#https://xn--r1a.website/Fawaid_Salafy
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
💠️ 𝐅𝐁 bit.ly/MutiaraFaedah
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
HUKUM MEMPERPANJANG KHUTBAH JUM'AT
❁ https://chat.whatsapp.com/K7LifmALY6N0DtReXnQZy8?mode=wwc
🎙️ Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah,
Pertanyaan,
Apa hukum syar'i menurut pandangan Anda dan dalilnya tentang memperpanjang khutbah pada hari jum'at lebih dari tiga puluh lima menit?
Jawaban,
Ini menyelisihi sunnah, karena yang sunnah adalah Anda menjadikan khutbah itu ringkas dan terfokus, lafadh-lafadhnya sedikit dan luas maknanya, serta berfaidah sebagaimana sabda Nabi ﷺ,
"Sesungguhnya panjangnya shalat seseorang"
Yang dituntut adalah memanjangkan shalat dan bukan memanjangkan khutbah
إِنَّ طُولَ صَلَاةِ الرَّجُلِ وَقِصَرَ خُطْبَتِهِ مَئِنَّةٌ مِنْ فِقْهِهِ فَأَطِيلُوا الصَّلَاةَ وَاقْصُرُوا الْخُطْبَةَ وَإِنَّ مِنْ الْبَيَانِ سِحْرًا
“Sesungguhnya panjang shalat seseorang dan khutbahnya yang pendek menjadi tanda dari kedalaman pemahaman agamanya. Maka panjangkanlah shalat dan pendekkanlah khutbah. Sesungguhnya sebagian dari kata-kata itu ada yang bisa menjadi sihir.” (HR. Muslim no. 866, Ahmad 4/263, al-Darimi no. 1556, dan lainnya dari Amar bin Yasir).
Inilah yang sunnah. Adapun sebaliknya orang yang memanjangkan khutbah dan berkomentar ucapan yang tidak berfaidah, memendekkan dan menyingkat shalat, maka yang demikian ini menyelisihi sunnah yang Nabi ﷺ memerintahkannya.
📕 Fatawa 'Ala al-Hawa'
http://www.alfawzan.af.org.sa/node/16198
السؤال: ما الحكم الشرعي في نظركم والأدلة في ذلك في إطالة الخطبة يوم الجمعة أكثر من خمسة وثلاثين دقيقة ؟
الجواب: هذا خلاف السنة، السنة أن تكون الخطبة مُختصرة ومُركزة ألفاظها قليلة وجزلة ومفيدة وكما قال النَّبِيِّ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- : " إِنَّ طُولَ صَلَاةَ الرَّجُل " المطلوب إطالة الصلاة لا إطالة الخطبة " إِنَّ طُولَ صَلَاةَ الرَّجُل وَقِصَرَ خِطْبَتِهِ مَئِنَةٌ مِنْ فِقْهِهِ عَلَامَةٌ عَلَى فِقْهِهِ، فَأَطِلُوا الصَّلَاةَ وَاقْصُرُوا الْخُطْبَة " هذه السُنة أما العكس الذين يُطيلونَ الخُطبة ويحشونها بالكلام غير المُفيد ويقصرون الصلاة ويختصرونها هذا خِلاف السُنة التي أمر النَّبِيِّ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- بها .
#https://xn--r1a.website/ukhwh/421
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
💠️ 𝐅𝐁 bit.ly/MutiaraFaedah
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
❁ https://chat.whatsapp.com/K7LifmALY6N0DtReXnQZy8?mode=wwc
🎙️ Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah,
Pertanyaan,
Apa hukum syar'i menurut pandangan Anda dan dalilnya tentang memperpanjang khutbah pada hari jum'at lebih dari tiga puluh lima menit?
Jawaban,
Ini menyelisihi sunnah, karena yang sunnah adalah Anda menjadikan khutbah itu ringkas dan terfokus, lafadh-lafadhnya sedikit dan luas maknanya, serta berfaidah sebagaimana sabda Nabi ﷺ,
"Sesungguhnya panjangnya shalat seseorang"
Yang dituntut adalah memanjangkan shalat dan bukan memanjangkan khutbah
إِنَّ طُولَ صَلَاةِ الرَّجُلِ وَقِصَرَ خُطْبَتِهِ مَئِنَّةٌ مِنْ فِقْهِهِ فَأَطِيلُوا الصَّلَاةَ وَاقْصُرُوا الْخُطْبَةَ وَإِنَّ مِنْ الْبَيَانِ سِحْرًا
“Sesungguhnya panjang shalat seseorang dan khutbahnya yang pendek menjadi tanda dari kedalaman pemahaman agamanya. Maka panjangkanlah shalat dan pendekkanlah khutbah. Sesungguhnya sebagian dari kata-kata itu ada yang bisa menjadi sihir.” (HR. Muslim no. 866, Ahmad 4/263, al-Darimi no. 1556, dan lainnya dari Amar bin Yasir).
Inilah yang sunnah. Adapun sebaliknya orang yang memanjangkan khutbah dan berkomentar ucapan yang tidak berfaidah, memendekkan dan menyingkat shalat, maka yang demikian ini menyelisihi sunnah yang Nabi ﷺ memerintahkannya.
📕 Fatawa 'Ala al-Hawa'
http://www.alfawzan.af.org.sa/node/16198
السؤال: ما الحكم الشرعي في نظركم والأدلة في ذلك في إطالة الخطبة يوم الجمعة أكثر من خمسة وثلاثين دقيقة ؟
الجواب: هذا خلاف السنة، السنة أن تكون الخطبة مُختصرة ومُركزة ألفاظها قليلة وجزلة ومفيدة وكما قال النَّبِيِّ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- : " إِنَّ طُولَ صَلَاةَ الرَّجُل " المطلوب إطالة الصلاة لا إطالة الخطبة " إِنَّ طُولَ صَلَاةَ الرَّجُل وَقِصَرَ خِطْبَتِهِ مَئِنَةٌ مِنْ فِقْهِهِ عَلَامَةٌ عَلَى فِقْهِهِ، فَأَطِلُوا الصَّلَاةَ وَاقْصُرُوا الْخُطْبَة " هذه السُنة أما العكس الذين يُطيلونَ الخُطبة ويحشونها بالكلام غير المُفيد ويقصرون الصلاة ويختصرونها هذا خِلاف السُنة التي أمر النَّبِيِّ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- بها .
#https://xn--r1a.website/ukhwh/421
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
💠️ 𝐅𝐁 bit.ly/MutiaraFaedah
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
🇫 🇦 🇼 🇦 🇮 🇩
❁ https://xn--r1a.website/MutiaraFaedah
PUASA ITU JUGA MENYEHATKAN JASMANI
Di dalam hadis disebutkan,
صوموا تصحوا
"Berpuasalah kalian niscaya kalian akan sehat."
Hadis ini diriwayatkan dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam namun, sanadnya lemah.
🎙️ Syekh al-Albani berkata,
أخرجه الطبراني في " الأوسط " (٢ / ٢٢٥ / ١ / ٨٤٧٧) وأبو نعيم في " الطب " (ق ٢٤ / ١ و٢) من طريق محمد بن سليمان بن أبي داود، أخبرنا زهير بن محمد عن سهيل بن أبي صالح عن أبيه عن أبي هريرة به، وقال الطبراني: لم يروه بهذا اللفظ إلا زهير.
قلت: وهو ضعيف في رواية الشاميين عنه وهذه منها.
قال الحافظ العراقي في " تخريج الإحياء " (٣ / ٧٥) رواه الطبراني في " الأوسط " وأبو نعيم في " الطب النبوي " من حديث أبي هريرة بسند ضعيف.
"Hadis ini dikeluarkan oleh at-Thabrani di dalam al-Ausath,( 2/225/1/8477) dan Abu Nu'aim di dalam at-Thib (24/1-2) melalui jalan Muhammad bin Sulaiman bin Abi Daud. Mengabarkan kepada kami Zuhair bin Muhammad dari Suhail bin Abi Shālih dari ayahnya dari Abu Hurairah dengan lafal tersebut.
At-Thabrani berkata, 'Tidaklah meriwayatkan hadis tersebut dengan lafal ini melainkan Zuhair.' Saya katakan, 'Zuhair ini lemah dalam periwayatan penduduk Syam darinya, dan ini adalah salah satu darinya.'
🎙️ Al-Hafidz al-'Irāqī berkata di dalam takhrīj al-'Ihyā',
'Hadis ini diriwayatkan oleh at-Thabrani di dalam al-Ausath dan Abu Nu'aim di dalam at-Thib an-Nabawī dari hadis Abu Hurairah dengan sanad yang lemah". (adh-Dhaīfah, no. 253).
🎙️ Syekh Shalih al-Fauzan hafidzahullah berkata,
وحديث: «صوموا تصحوا» : هذا ورد عن النبي صلى الله عليه وسلم وهو في بعض كتب السنة وإن لم يكن سنده بالقوي فمعناه صحيح، أن الصيام فيه صحة للبدن لأنه يمنع الأخلاط، التي تسبب الأمراض، وهذا المعنى يشهد به علماء الطب، والتجربة أكبر برهان على أن الصيام فيه صحة للأبدان.
"Hadis,
'Berpuasalah kalian niscaya kalian akan sehat'
Diriwayatkan dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan disebutkan di sebagian kitab-kitab sunnah. Meskipun sanadnya tidak kuat, namun maknanya benar. Bahwa bepuasa itu dapat menyehatkan badan karena puasa itu mencegah dari tercampurnya segala yang terkumpul di dalam perut yang dapat menyebabkan berbagai penyakit.
Makna ini disaksikan kebenarannya oleh para ilmuan kedokteran. Pengalaman yang telah terjadi merupakan bukti terbesar yang menunjukkan bahwa puasa itu padanya terdapat kesehatan pada tubuh-tubuh manusia"
📕 (Majmū al-Fatāwā, 2/385).
#https://xn--r1a.website/alfudhail/7922
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
💠️ 𝐅𝐁 bit.ly/MutiaraFaedah
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
❁ https://xn--r1a.website/MutiaraFaedah
PUASA ITU JUGA MENYEHATKAN JASMANI
Di dalam hadis disebutkan,
صوموا تصحوا
"Berpuasalah kalian niscaya kalian akan sehat."
Hadis ini diriwayatkan dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam namun, sanadnya lemah.
🎙️ Syekh al-Albani berkata,
أخرجه الطبراني في " الأوسط " (٢ / ٢٢٥ / ١ / ٨٤٧٧) وأبو نعيم في " الطب " (ق ٢٤ / ١ و٢) من طريق محمد بن سليمان بن أبي داود، أخبرنا زهير بن محمد عن سهيل بن أبي صالح عن أبيه عن أبي هريرة به، وقال الطبراني: لم يروه بهذا اللفظ إلا زهير.
قلت: وهو ضعيف في رواية الشاميين عنه وهذه منها.
قال الحافظ العراقي في " تخريج الإحياء " (٣ / ٧٥) رواه الطبراني في " الأوسط " وأبو نعيم في " الطب النبوي " من حديث أبي هريرة بسند ضعيف.
"Hadis ini dikeluarkan oleh at-Thabrani di dalam al-Ausath,( 2/225/1/8477) dan Abu Nu'aim di dalam at-Thib (24/1-2) melalui jalan Muhammad bin Sulaiman bin Abi Daud. Mengabarkan kepada kami Zuhair bin Muhammad dari Suhail bin Abi Shālih dari ayahnya dari Abu Hurairah dengan lafal tersebut.
At-Thabrani berkata, 'Tidaklah meriwayatkan hadis tersebut dengan lafal ini melainkan Zuhair.' Saya katakan, 'Zuhair ini lemah dalam periwayatan penduduk Syam darinya, dan ini adalah salah satu darinya.'
🎙️ Al-Hafidz al-'Irāqī berkata di dalam takhrīj al-'Ihyā',
'Hadis ini diriwayatkan oleh at-Thabrani di dalam al-Ausath dan Abu Nu'aim di dalam at-Thib an-Nabawī dari hadis Abu Hurairah dengan sanad yang lemah". (adh-Dhaīfah, no. 253).
🎙️ Syekh Shalih al-Fauzan hafidzahullah berkata,
وحديث: «صوموا تصحوا» : هذا ورد عن النبي صلى الله عليه وسلم وهو في بعض كتب السنة وإن لم يكن سنده بالقوي فمعناه صحيح، أن الصيام فيه صحة للبدن لأنه يمنع الأخلاط، التي تسبب الأمراض، وهذا المعنى يشهد به علماء الطب، والتجربة أكبر برهان على أن الصيام فيه صحة للأبدان.
"Hadis,
'Berpuasalah kalian niscaya kalian akan sehat'
Diriwayatkan dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan disebutkan di sebagian kitab-kitab sunnah. Meskipun sanadnya tidak kuat, namun maknanya benar. Bahwa bepuasa itu dapat menyehatkan badan karena puasa itu mencegah dari tercampurnya segala yang terkumpul di dalam perut yang dapat menyebabkan berbagai penyakit.
Makna ini disaksikan kebenarannya oleh para ilmuan kedokteran. Pengalaman yang telah terjadi merupakan bukti terbesar yang menunjukkan bahwa puasa itu padanya terdapat kesehatan pada tubuh-tubuh manusia"
📕 (Majmū al-Fatāwā, 2/385).
#https://xn--r1a.website/alfudhail/7922
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
💠️ 𝐅𝐁 bit.ly/MutiaraFaedah
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
🇲 🇺 🇹 🇮 🇦 🇷 🇦 🇳 🇦 🇸 🇪 🇭 🇦 🇹
❁ https://chat.whatsapp.com/K7LifmALY6N0DtReXnQZy8?mode=wwc
Di antara keluasan rahmat dan kelembutan Allah adalah ketika Dia menutup dari pandangan kita berbagai hal yang, meskipun tidak membahayakan, bisa menjatuhkan martabat orang lain di mata kita.
Karena, kelembutan semacam itu lebih memungkinkan untuk menciptakan hidup berdampingan yang baik dan memperbaiki hubungan sesama manusia.
Oleh sebab itu, Allah melarang kita untuk memata-matai orang lain, sebagaimana dalam firman-Nya,
"ولا تجسسوا
“Dan janganlah kamu memata-matai.” [QS. Al-Hujurat: 12]
Maka, jangan terlalu meneliti dan menggali aib, sebab bisa jadi yang kamu cari hanya akan mengotori hatimu dan merusak hubunganmu dengan sesama.
Cukupkan dirimu dengan apa yang tampak, dan biarkan Allah menutupi kekurangan mereka sebagaimana Dia menutupi kekuranganmu.
#https://xn--r1a.website/belajartauhidofficial
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
❁ https://chat.whatsapp.com/K7LifmALY6N0DtReXnQZy8?mode=wwc
Di antara keluasan rahmat dan kelembutan Allah adalah ketika Dia menutup dari pandangan kita berbagai hal yang, meskipun tidak membahayakan, bisa menjatuhkan martabat orang lain di mata kita.
Karena, kelembutan semacam itu lebih memungkinkan untuk menciptakan hidup berdampingan yang baik dan memperbaiki hubungan sesama manusia.
Oleh sebab itu, Allah melarang kita untuk memata-matai orang lain, sebagaimana dalam firman-Nya,
"ولا تجسسوا
“Dan janganlah kamu memata-matai.” [QS. Al-Hujurat: 12]
Maka, jangan terlalu meneliti dan menggali aib, sebab bisa jadi yang kamu cari hanya akan mengotori hatimu dan merusak hubunganmu dengan sesama.
Cukupkan dirimu dengan apa yang tampak, dan biarkan Allah menutupi kekurangan mereka sebagaimana Dia menutupi kekuranganmu.
#https://xn--r1a.website/belajartauhidofficial
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
GAGAL vs SUKSES
❁ https://chat.whatsapp.com/K7LifmALY6N0DtReXnQZy8?mode=wwc
➊ Takut Salah ❌ vs Berani Coba ✅
➥ Negatif: Takut salah membuat seseorang tidak pernah mulai. Ketakutan menghambat pertumbuhan.
➥ Positif: Berani mencoba menunjukkan mental tangguh. Dari percobaan akan muncul pelajaran dan pengalaman.
※ Kesalahan bukan akhir, tapi langkah awal menuju sukses.
➋ Banyak Alasan ❌ vs Cari Solusi ✅
➥ Negatif: Alasan hanyalah tameng dari rasa malas dan takut gagal.
➥ Positif: Mencari solusi berarti aktif berpikir maju, bertanggung jawab dan tidak menyalahkan keadaan.
※ Masalah bukan untuk dihindari, tapi untuk dipecahkan.
➌ Nunggu Siap ❌ vs Langsung Jalan ✅
➥ Negatif: Menunggu kesiapan adalah bentuk penundaan. Seringkali kesiapan sejati datang saat sudah bergerak.
➥ Positif: Langsung jalan menunjukkan keberanian memulai dan belajar sambil jalan.
※ Jangan tunggu siap, karena yang siap adalah yang sudah jalan.
➍ Cepat Nyerah ❌ vs Konsisten Terus ✅
➥ Negatif: Menyerah cepat membunuh potensi. Keberhasilan besar butuh waktu dan proses.
➥ Positif: Konsistensi adalah kunci utama kesuksesan jangka panjang.
※ Yang konsisten akan menang, bahkan jika lambat.
Sukses bukan tentang siapa yang paling pintar, tapi siapa yang berani memulai, mau belajar, dan terus bertahan.
#https://xn--r1a.website/Fawaid_Salafy/18188
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
❁ https://chat.whatsapp.com/K7LifmALY6N0DtReXnQZy8?mode=wwc
➊ Takut Salah ❌ vs Berani Coba ✅
➥ Negatif: Takut salah membuat seseorang tidak pernah mulai. Ketakutan menghambat pertumbuhan.
➥ Positif: Berani mencoba menunjukkan mental tangguh. Dari percobaan akan muncul pelajaran dan pengalaman.
※ Kesalahan bukan akhir, tapi langkah awal menuju sukses.
➋ Banyak Alasan ❌ vs Cari Solusi ✅
➥ Negatif: Alasan hanyalah tameng dari rasa malas dan takut gagal.
➥ Positif: Mencari solusi berarti aktif berpikir maju, bertanggung jawab dan tidak menyalahkan keadaan.
※ Masalah bukan untuk dihindari, tapi untuk dipecahkan.
➌ Nunggu Siap ❌ vs Langsung Jalan ✅
➥ Negatif: Menunggu kesiapan adalah bentuk penundaan. Seringkali kesiapan sejati datang saat sudah bergerak.
➥ Positif: Langsung jalan menunjukkan keberanian memulai dan belajar sambil jalan.
※ Jangan tunggu siap, karena yang siap adalah yang sudah jalan.
➍ Cepat Nyerah ❌ vs Konsisten Terus ✅
➥ Negatif: Menyerah cepat membunuh potensi. Keberhasilan besar butuh waktu dan proses.
➥ Positif: Konsistensi adalah kunci utama kesuksesan jangka panjang.
※ Yang konsisten akan menang, bahkan jika lambat.
Sukses bukan tentang siapa yang paling pintar, tapi siapa yang berani memulai, mau belajar, dan terus bertahan.
#https://xn--r1a.website/Fawaid_Salafy/18188
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
Lelah?
Wajar bagi setiap manusia. Toh, alur hidupnya memang digariskan demikian. Tidak mengapa, asal jangan menyerah.
Sedih?
Kehidupan di dunia ini memang dipenuhi lika-liku. Ada saja hal-hal yang terjadi di luar dari kendali. Dimaklumi jika kamu bersedih, asal jangan berlarut-larut.
Sakit?
Memang dunia ini ditaqdirkan sebagai negeri yang dipenuhi cobaan dan ujian.
Karena itu tetaplah kuat, jangan putus asa. Sebab, seorang mukmin itu istimewa.
Lelah, sedih, sakit, semua orang merasakannya. Tetapi yang membuat seorang mukmin istimewa adalah semua yang dirasakan itu ada ganti yang lebih baik dari Rabbnya.
Resapilah firman-Nya,
إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ ۖ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لَا يَرْجُونَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
"Jika kamu menderita sakit, maka sesungguhnya mereka (orang-orang kafir)pun menderita sakit (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (Qs. An-Nisa: 104)
💠 Nabi ﷺ juga bersabda,
ما يُصِيبُ المُسْلِمَ، مِن نَصَبٍ ولَا وصَبٍ، ولَا هَمٍّ ولَا حُزْنٍ ولَا أذًى ولَا غَمٍّ، حتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بهَا مِن خَطَايَاهُ.
"Tidaklah seorang muslim itu ditimpa musibah baik berupa rasa lelah, rasa sakit, rasa khawatir, rasa sedih, gangguan atau rasa gelisah, sampaipun duri yang melukainya melainkan dengannya Allah akan gugurkan dosa-dosanya." (HR. Bukhari 5641 dan Muslim 2573)
Seletih apapun, sesedih apapun, dan sesakit apapun, tetaplah di atas iman. Mohonlah taufiq agar selalu bisa berpikir positif dan berprasangka baik.
Sabarlah sebentar. Dunia ini hanyalah sementara, lalu semuanya akan berakhir, pun semua lelah, sedih, dan sakit yang dirasakan.
💠 Rasulullah ﷺ bersabda,
العَبْدُ المُؤْمِنُ يَسْتَرِيحُ مِن نَصَبِ الدُّنْيَا وأَذَاهَا إلى رَحْمَةِ اللَّهِ
"Hamba yang mukmin akan beristirahat dari kelelahan dan derita dunia menuju rahmat Allah." (HR. Bukhari 6512)
#https://xn--r1a.website/Warisan_Nabii
Ikuti saluran MEDIA MUSLIMAH INDONESIA di WhatsApp:
https://whatsapp.com/channel/0029VbD16j984OmBOacJZx0d
Wajar bagi setiap manusia. Toh, alur hidupnya memang digariskan demikian. Tidak mengapa, asal jangan menyerah.
Sedih?
Kehidupan di dunia ini memang dipenuhi lika-liku. Ada saja hal-hal yang terjadi di luar dari kendali. Dimaklumi jika kamu bersedih, asal jangan berlarut-larut.
Sakit?
Memang dunia ini ditaqdirkan sebagai negeri yang dipenuhi cobaan dan ujian.
Karena itu tetaplah kuat, jangan putus asa. Sebab, seorang mukmin itu istimewa.
Lelah, sedih, sakit, semua orang merasakannya. Tetapi yang membuat seorang mukmin istimewa adalah semua yang dirasakan itu ada ganti yang lebih baik dari Rabbnya.
Resapilah firman-Nya,
إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ ۖ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لَا يَرْجُونَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
"Jika kamu menderita sakit, maka sesungguhnya mereka (orang-orang kafir)pun menderita sakit (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (Qs. An-Nisa: 104)
💠 Nabi ﷺ juga bersabda,
ما يُصِيبُ المُسْلِمَ، مِن نَصَبٍ ولَا وصَبٍ، ولَا هَمٍّ ولَا حُزْنٍ ولَا أذًى ولَا غَمٍّ، حتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بهَا مِن خَطَايَاهُ.
"Tidaklah seorang muslim itu ditimpa musibah baik berupa rasa lelah, rasa sakit, rasa khawatir, rasa sedih, gangguan atau rasa gelisah, sampaipun duri yang melukainya melainkan dengannya Allah akan gugurkan dosa-dosanya." (HR. Bukhari 5641 dan Muslim 2573)
Seletih apapun, sesedih apapun, dan sesakit apapun, tetaplah di atas iman. Mohonlah taufiq agar selalu bisa berpikir positif dan berprasangka baik.
Sabarlah sebentar. Dunia ini hanyalah sementara, lalu semuanya akan berakhir, pun semua lelah, sedih, dan sakit yang dirasakan.
💠 Rasulullah ﷺ bersabda,
العَبْدُ المُؤْمِنُ يَسْتَرِيحُ مِن نَصَبِ الدُّنْيَا وأَذَاهَا إلى رَحْمَةِ اللَّهِ
"Hamba yang mukmin akan beristirahat dari kelelahan dan derita dunia menuju rahmat Allah." (HR. Bukhari 6512)
#https://xn--r1a.website/Warisan_Nabii
Ikuti saluran MEDIA MUSLIMAH INDONESIA di WhatsApp:
https://whatsapp.com/channel/0029VbD16j984OmBOacJZx0d
Ibnul Jauzi Rahimahullah dalam Shaidul Khatir menjelaskan,
"Manakala kamu mendapati keruhnya hidup maka ingat-ingatlah barangkali itu berasal dari nikmat yang belum kamu syukuri atau karena dosa yang kamu lakukan".
Syukur nikmat bukan semata mengungkapkan melalui lisan. Namun juga diwujudkan oleh anggota badan untuk digunakannya mendukung keta'atan kepada Allah. Maka, siapa yang mendapatkan nikmat namun tidak mendorongnya untuk lebih ta'at kepada Allah, ia belumlah sempurna syukurnya.
Sabar juga bukan semata menanggung derita musibah atau taqdir yang tidak disenangi. Namun juga tentang sabar di atas keta'atan dan meninggalkan dosa. Maka, orang yang jatuh dalam dosa karena ia tidak sabar menahan jiwanya untuk tetap dalam keta'atan.
Wallahu A'lam
#https://xn--r1a.website/Fawaid_Arsip
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
"Manakala kamu mendapati keruhnya hidup maka ingat-ingatlah barangkali itu berasal dari nikmat yang belum kamu syukuri atau karena dosa yang kamu lakukan".
Syukur nikmat bukan semata mengungkapkan melalui lisan. Namun juga diwujudkan oleh anggota badan untuk digunakannya mendukung keta'atan kepada Allah. Maka, siapa yang mendapatkan nikmat namun tidak mendorongnya untuk lebih ta'at kepada Allah, ia belumlah sempurna syukurnya.
Sabar juga bukan semata menanggung derita musibah atau taqdir yang tidak disenangi. Namun juga tentang sabar di atas keta'atan dan meninggalkan dosa. Maka, orang yang jatuh dalam dosa karena ia tidak sabar menahan jiwanya untuk tetap dalam keta'atan.
Wallahu A'lam
#https://xn--r1a.website/Fawaid_Arsip
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
Telegram
MEDIA MUTIARA FAEDAH
𝗖𝗵𝗮𝗻𝗻𝗲𝗹 𝗠𝗲𝗱𝗶𝗮 𝗠𝘂𝘁𝗶𝗮𝗿𝗮 𝗙𝗮𝗲𝗱𝗮𝗵
➖ Berbagi Faedah Bertabur Hikmah
➖ Berbagi Faedah Bertabur Hikmah
مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الفَاعِلَ وَالمَفْعُولَ بِهِ
“Siapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah pelaku dan pasangannya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Para ulama berbeda dalam detail pelaksanaan hukuman, namun ijma’ mereka sepakat bahwa ia termasuk jarimah besar dalam hukum Islam klasik. Namun penting ditegaskan: pelaksanaan hukuman bukan hak individu, melainkan otoritas negara dalam sistem syariat. Kita tidak menghalalkan kekerasan liar. Tetapi kita juga tidak boleh mengaburkan hukum Allah demi tekanan opini publik.
Islam tidak mengajarkan kebencian personal. Banyak orang yang terjerumus dalam perilaku ini karena trauma, lingkungan, atau propaganda. Mereka tetap manusia yang memiliki hak untuk diajak kembali kepada jalan Allah.
Namun empati tidak boleh berubah menjadi pembenaran. Dakwah dengan hikmah tidak berarti mencairkan hukum.
Allah berfirman:
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِٱلْقِسْطِ
“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian penegak keadilan.” (QS. An-Nisa: 135)
Keadilan dalam hal ini berarti:
Tidak menzalimi individu.
Tidak melegalkan kemungkaran.
Tidak diam ketika nilai sedang digeser.
.
Allah berfirman:
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ
تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ
“Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar.” (QS. Ali Imran: 110)
Kegelisahan terhadap normalisasi LGBT bukanlah fanatisme buta. Ia adalah refleksi dari komitmen menjaga fitrah, keluarga, dan peradaban.
Kita tidak membenci manusianya. Kita menolak ideologinya.
Kita tidak merendahkan pelakunya. Kita menolak pembenarannya.
Kita tidak brutal. Tapi kita juga tidak kompromistis.
Karena jika batas ini hilang, maka generasi setelah kita akan tumbuh tanpa kompas moral yang jelas.
Dan saat itu terjadi, penyesalan tidak lagi mengubah arah sejarah.
#https://xn--r1a.website/suara_tauhid/1929
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
“Siapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah pelaku dan pasangannya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Para ulama berbeda dalam detail pelaksanaan hukuman, namun ijma’ mereka sepakat bahwa ia termasuk jarimah besar dalam hukum Islam klasik. Namun penting ditegaskan: pelaksanaan hukuman bukan hak individu, melainkan otoritas negara dalam sistem syariat. Kita tidak menghalalkan kekerasan liar. Tetapi kita juga tidak boleh mengaburkan hukum Allah demi tekanan opini publik.
Tegas Tanpa Zalim.. ✍️Islam tidak mengajarkan kebencian personal. Banyak orang yang terjerumus dalam perilaku ini karena trauma, lingkungan, atau propaganda. Mereka tetap manusia yang memiliki hak untuk diajak kembali kepada jalan Allah.
Namun empati tidak boleh berubah menjadi pembenaran. Dakwah dengan hikmah tidak berarti mencairkan hukum.
Allah berfirman:
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِٱلْقِسْطِ
“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian penegak keadilan.” (QS. An-Nisa: 135)
Keadilan dalam hal ini berarti:
Tidak menzalimi individu.
Tidak melegalkan kemungkaran.
Tidak diam ketika nilai sedang digeser.
Jika anda merasakan Keresahan, Itu Adalah Tanda Iman.. ✍️.
Allah berfirman:
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ
تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ
“Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar.” (QS. Ali Imran: 110)
Kegelisahan terhadap normalisasi LGBT bukanlah fanatisme buta. Ia adalah refleksi dari komitmen menjaga fitrah, keluarga, dan peradaban.
Kita tidak membenci manusianya. Kita menolak ideologinya.
Kita tidak merendahkan pelakunya. Kita menolak pembenarannya.
Kita tidak brutal. Tapi kita juga tidak kompromistis.
Karena jika batas ini hilang, maka generasi setelah kita akan tumbuh tanpa kompas moral yang jelas.
Dan saat itu terjadi, penyesalan tidak lagi mengubah arah sejarah.
#https://xn--r1a.website/suara_tauhid/1929
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
Telegram
MEDIA MUTIARA FAEDAH
𝗖𝗵𝗮𝗻𝗻𝗲𝗹 𝗠𝗲𝗱𝗶𝗮 𝗠𝘂𝘁𝗶𝗮𝗿𝗮 𝗙𝗮𝗲𝗱𝗮𝗵
➖ Berbagi Faedah Bertabur Hikmah
➖ Berbagi Faedah Bertabur Hikmah
➡️ Ritual Khusus yang Tidak Ada Dasarnya:
Munculnya berbagai ritual atau tradisi yang tidak diajarkan dalam Islam, seperti mengadakan sesaji, larungan, atau tirakat khusus yang tidak sesuai syariat, dengan dalih untuk menolak bala atau mencari keberkahan di bulan Muharram. Semua amalan ibadah harus berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah.
➡️ Mengkhususkan Perayaan Tahun Baru Islam dengan Cara Bid'ah:
Merayakan Tahun Baru Hijriah
(1Muharram) dengan cara-cara yang tidak dicontohkan oleh Nabi ﷺ dan para sahabat, seperti pawai obor dengan tata cara yang berlebihan atau ritual tertentu yang tidak ada dasarnya.
3⃣ Pemahaman Salaf yang Benar.
Pemahaman salaf (generasi terbaik umat Islam, yaitu para sahabat, tabi'in, dan tabi'ut tabi'in) terhadap bulan Muharram adalah sebagai berikut:
➡️ Mengagungkan Bulan Haram:
Mereka mengagungkan Muharram sebagai salah satu bulan haram dengan memperbanyak amal ketaatan dan menjauhi maksiat.
➡️ Mengutamakan Puasa:
Mereka memahami keutamaan puasa di bulan Muharram, khususnya puasa Tasu'a dan Asyura, sebagai bentuk ketaatan kepada Nabi ﷺ.
➡️ Menolak Mitos dan Bid'ah:
Mereka menolak segala bentuk mitos, takhayul, dan bid'ah yang tidak diajarkan oleh Islam. Setiap amalan harus memiliki dasar yang kuat dari Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Mereka berpegang teguh pada prinsip islam yang benar dan menyatakan seperti yang dinyatakan Rosulullah ﷺ:
"من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد."
(رواه البخاري رقم 2697 ومسلم رقم 1718).
وفي رواية مسلم أخرى: "من عمل عملاً ليس عليه أمرنا فهو رد."
"Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak." (HR. Bukhari dan Muslim)
🎙️ Dan diriwayatkan oleh Imam Muslim yang lainnya Nabi ﷺ:
"Barang siapa yang beramal suatu amalan bukan pada nya perintah kami maka amalan nya tertolak."
Maknanya seluruh amalan yang bukan dari apa yang dituntunkan Rosul maka amalan tersebut akan sia sia dan tertolak.
➡️ Fokus pada Akidah yang Lurus: Mereka menekankan pentingnya menjaga akidah dari segala bentuk kesyirikan dan khurafat, serta hanya beribadah kepada Allah Subhananu Wa Ta'ala sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.
📝 Kesimpulan:
Bulan Muharram adalah bulan yang mulia dalam Islam, penuh dengan keutamaan, terutama dalam hal memperbanyak puasa sunnah. Namun, kemuliaan ini sering kali disalah pahami dengan adanya berbagai mitos dan praktik-praktik yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Semoga Allah senatiasa menjaga kaum muslimin dari segala penyimpangan kebid'ahan dan kesyirikan. Amiiin yaa mujiibas saailin...
#https://xn--r1a.website/khazanah_ilmuu
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
Munculnya berbagai ritual atau tradisi yang tidak diajarkan dalam Islam, seperti mengadakan sesaji, larungan, atau tirakat khusus yang tidak sesuai syariat, dengan dalih untuk menolak bala atau mencari keberkahan di bulan Muharram. Semua amalan ibadah harus berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah.
➡️ Mengkhususkan Perayaan Tahun Baru Islam dengan Cara Bid'ah:
Merayakan Tahun Baru Hijriah
(1Muharram) dengan cara-cara yang tidak dicontohkan oleh Nabi ﷺ dan para sahabat, seperti pawai obor dengan tata cara yang berlebihan atau ritual tertentu yang tidak ada dasarnya.
3⃣ Pemahaman Salaf yang Benar.
Pemahaman salaf (generasi terbaik umat Islam, yaitu para sahabat, tabi'in, dan tabi'ut tabi'in) terhadap bulan Muharram adalah sebagai berikut:
➡️ Mengagungkan Bulan Haram:
Mereka mengagungkan Muharram sebagai salah satu bulan haram dengan memperbanyak amal ketaatan dan menjauhi maksiat.
➡️ Mengutamakan Puasa:
Mereka memahami keutamaan puasa di bulan Muharram, khususnya puasa Tasu'a dan Asyura, sebagai bentuk ketaatan kepada Nabi ﷺ.
➡️ Menolak Mitos dan Bid'ah:
Mereka menolak segala bentuk mitos, takhayul, dan bid'ah yang tidak diajarkan oleh Islam. Setiap amalan harus memiliki dasar yang kuat dari Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Mereka berpegang teguh pada prinsip islam yang benar dan menyatakan seperti yang dinyatakan Rosulullah ﷺ:
"من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد."
(رواه البخاري رقم 2697 ومسلم رقم 1718).
وفي رواية مسلم أخرى: "من عمل عملاً ليس عليه أمرنا فهو رد."
"Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak." (HR. Bukhari dan Muslim)
🎙️ Dan diriwayatkan oleh Imam Muslim yang lainnya Nabi ﷺ:
"Barang siapa yang beramal suatu amalan bukan pada nya perintah kami maka amalan nya tertolak."
Maknanya seluruh amalan yang bukan dari apa yang dituntunkan Rosul maka amalan tersebut akan sia sia dan tertolak.
➡️ Fokus pada Akidah yang Lurus: Mereka menekankan pentingnya menjaga akidah dari segala bentuk kesyirikan dan khurafat, serta hanya beribadah kepada Allah Subhananu Wa Ta'ala sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.
📝 Kesimpulan:
Bulan Muharram adalah bulan yang mulia dalam Islam, penuh dengan keutamaan, terutama dalam hal memperbanyak puasa sunnah. Namun, kemuliaan ini sering kali disalah pahami dengan adanya berbagai mitos dan praktik-praktik yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Semoga Allah senatiasa menjaga kaum muslimin dari segala penyimpangan kebid'ahan dan kesyirikan. Amiiin yaa mujiibas saailin...
#https://xn--r1a.website/khazanah_ilmuu
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
Telegram
Khazanah Ilmu
🌳 Menyajikan pilihan ayat Al-Qur’an dan hadits, sebagai sarana menambah ilmu dan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.
🇷🇪🇲 🇮 🇳 🇩 🇪 🇷
JANGAN PERNAH MERASA BOSAN DALAM MENUNTUT ILMU AGAMA
❁ https://chat.whatsapp.com/K7LifmALY6N0DtReXnQZy8?mode=wwc
🎙️ Asy Syaikh Sholeh Al Fauzan hafizhahullah berkata,
"Janganlah engkau merasa bosan dalam menuntut ilmu agama. Tuntutlah ilmu agama meskipun pemahamanmu sedikit. Karena sedikit ilmu yang disertai dengan amalan saleh padanya terdapat keberkahan dan kebaikan.
Terus-menerus dalam menuntut ilmu agama, tidak diragukan lagi merupakan suatu kebaikan. Menuntut ilmu agama adalah ibadah, bahkan menuntut ilmu agama lebih utama dibandingkan salat sunnah."
📚 Al-Ijābāt Al-Muhimmah hlm. 84.
قال الشيخ صالح الفوزان :
لا تمـلَّ مـن طـلب العـلم، اطلـب العلـم ولـو كـان إدراكـك قـليلًا، والقلـيل مـع العـمل الصـالح فيـه بـركة، وفـيه خـير، ومـواصلة طلـب العلـم لا شـكَّ أنهـا خـير، وطلـب الـعلم عـبادة، طلـب العـلم أفضـل مـن صـلاة النافـلة.
📚 « الاجابـات المهـمة » (٨٤)
#https://xn--r1a.website/fawayidalfawzan/2032
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
JANGAN PERNAH MERASA BOSAN DALAM MENUNTUT ILMU AGAMA
❁ https://chat.whatsapp.com/K7LifmALY6N0DtReXnQZy8?mode=wwc
🎙️ Asy Syaikh Sholeh Al Fauzan hafizhahullah berkata,
"Janganlah engkau merasa bosan dalam menuntut ilmu agama. Tuntutlah ilmu agama meskipun pemahamanmu sedikit. Karena sedikit ilmu yang disertai dengan amalan saleh padanya terdapat keberkahan dan kebaikan.
Terus-menerus dalam menuntut ilmu agama, tidak diragukan lagi merupakan suatu kebaikan. Menuntut ilmu agama adalah ibadah, bahkan menuntut ilmu agama lebih utama dibandingkan salat sunnah."
📚 Al-Ijābāt Al-Muhimmah hlm. 84.
قال الشيخ صالح الفوزان :
لا تمـلَّ مـن طـلب العـلم، اطلـب العلـم ولـو كـان إدراكـك قـليلًا، والقلـيل مـع العـمل الصـالح فيـه بـركة، وفـيه خـير، ومـواصلة طلـب العلـم لا شـكَّ أنهـا خـير، وطلـب الـعلم عـبادة، طلـب العـلم أفضـل مـن صـلاة النافـلة.
📚 « الاجابـات المهـمة » (٨٤)
#https://xn--r1a.website/fawayidalfawzan/2032
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
Telegram
فوائد الشيخ صالح بن فوزان الفوزان
قال الشيخ صالح الفوزان :
لا تمـلَّ مـن طـلب العـلم، اطلـب العلـم ولـو كـان إدراكـك قـليلًا، والقلـيل مـع العـمل الصـالح فيـه بـركة، وفـيه خـير، ومـواصلة طلـب العلـم لا شـكَّ أنهـا خـير، وطلـب الـعلم عـبادة، طلـب العـلم أفضـل مـن صـلاة النافـلة.
« الاجابـات…
لا تمـلَّ مـن طـلب العـلم، اطلـب العلـم ولـو كـان إدراكـك قـليلًا، والقلـيل مـع العـمل الصـالح فيـه بـركة، وفـيه خـير، ومـواصلة طلـب العلـم لا شـكَّ أنهـا خـير، وطلـب الـعلم عـبادة، طلـب العـلم أفضـل مـن صـلاة النافـلة.
« الاجابـات…
“Tidaklah engkau memberikan nafkah (kepada keluarga) yang dengannya engkau mengharap wajah Allah subhanahu wa ta’ala kecuali engkau akan diberi pahala dengannya sampaipun satu suapan yang engkau berikan ke mulut istrimu.” (HR. Al-Bukhari (no. 5354) dan Muslim (no.1628) dari Sa’ad bin Abi Waqqas radhiyallahu ‘anhu.)
6. SESEDERHANA APAPUN BENTUK USAHA HALAL HAMBA ITU JAUH LEBIH MULIA DARIPADA MEMINTA-MINTA
💠 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
”والذي نَفْسِي بيدهِ لأنْ يأْخُذَ أحدُكم حَبْلَهُ، فَيَحْتَطِبَ علَى ظَهْرِهِ، خيرٌ له مِن أنْ يأْتِيَ رجُلًا فيسألهُ، أعْطاهُ أو مَنَعَهُ.“
“Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, kalaulah salah seorang dari kalian mengambil tali, lalu ia memikul seikat kayu bakar di atas punggungnya (untuk dijual), itu lebih baik daripada mendatangi orang lain, lalu ia meminta-minta kepadanya, apakah ia diberi atau ditolak.” (HR. Bukhari (no. 1470) dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.)
Sebagai penutup, tidak perlu malu/gengsi dengan usaha dan pekerjaan apapun yang dilakukan oleh seorang hamba, selama usaha itu halal dan tidak melanggar aturan agama, maka para ulama menilai bahwa perbuatan tersebut merupakan amalan mulia yang hanya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki jiwa kesatria,
🎙️ Sallam bin Sulaim mengatakan, bahwa al-Imam Sufyan as-Tsauri (161H) rahimahullah pernah berkata kepadaku,
عليك بعمل الأبطال، الكسب من الحلال والإنفاق على العيال.
“Hendaknya engkau melakukan perbuatan para ksatria; yaitu mencari dari usaha yang halal dan menafkahi kebutuhan keluarga.” Mausu'ah Ibnu Abid Dunya (jilid: 8/hal. 21)
وفق الله الجميع لما يحب و يرضاه، والله المستعان و عليه التكلان
#https://xn--r1a.website/assalafiyyahmedan
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
💠️ 𝐅𝐁 bit.ly/MutiaraFaedah
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
6. SESEDERHANA APAPUN BENTUK USAHA HALAL HAMBA ITU JAUH LEBIH MULIA DARIPADA MEMINTA-MINTA
💠 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
”والذي نَفْسِي بيدهِ لأنْ يأْخُذَ أحدُكم حَبْلَهُ، فَيَحْتَطِبَ علَى ظَهْرِهِ، خيرٌ له مِن أنْ يأْتِيَ رجُلًا فيسألهُ، أعْطاهُ أو مَنَعَهُ.“
“Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, kalaulah salah seorang dari kalian mengambil tali, lalu ia memikul seikat kayu bakar di atas punggungnya (untuk dijual), itu lebih baik daripada mendatangi orang lain, lalu ia meminta-minta kepadanya, apakah ia diberi atau ditolak.” (HR. Bukhari (no. 1470) dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.)
Sebagai penutup, tidak perlu malu/gengsi dengan usaha dan pekerjaan apapun yang dilakukan oleh seorang hamba, selama usaha itu halal dan tidak melanggar aturan agama, maka para ulama menilai bahwa perbuatan tersebut merupakan amalan mulia yang hanya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki jiwa kesatria,
🎙️ Sallam bin Sulaim mengatakan, bahwa al-Imam Sufyan as-Tsauri (161H) rahimahullah pernah berkata kepadaku,
عليك بعمل الأبطال، الكسب من الحلال والإنفاق على العيال.
“Hendaknya engkau melakukan perbuatan para ksatria; yaitu mencari dari usaha yang halal dan menafkahi kebutuhan keluarga.” Mausu'ah Ibnu Abid Dunya (jilid: 8/hal. 21)
وفق الله الجميع لما يحب و يرضاه، والله المستعان و عليه التكلان
#https://xn--r1a.website/assalafiyyahmedan
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
💠️ 𝐅𝐁 bit.ly/MutiaraFaedah
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
BERHENTI MENYALAHKAN KEADAAN, KARENA BISA JADI 'LUKA' ITU ADALAH AKIBAT DARI DOSA KITA
❁ https://xn--r1a.website/MutiaraFaedah
Hidup ini tidak selalu berjalan mulus. Kadang kita jatuh, terluka, kehilangan, atau dihantam masalah bertubi-tubi. Namun, tidak semua musibah datang tanpa sebab.
Allah Taala berfirman,
وَمَا أَصَابَكُمْ مِّنْ مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا عَنْ كَثِيرٌ
"Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (QS. Asy-Syura: 30).
Ayat ini mengingatkan kita, bahwa luka, kesempitan, atau kesulitan yang hadir-bisa jadi merupakan buah dari dosa yang kita lakukan.
Namun jangan salah paham.
Bukan berarti semua musibah adalah hukuman, kadang Allah menimpakan ujian untuk mengangkat derajat hamba-Nya dan membersihkan dosa.
💠 Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidaklah seorang Muslim ditimpa suatu musibah, melainkan Allah akan menghapus dosa-dosanya karenanya, meskipun hanya karena duri yang menusuknya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Maka sikap terbaik adalah berhenti menyalahkan keadaan, berhenti menyalahkan orang lain. Gunakan setiap luka untuk introspeksi, "Apakah ini cara Allah mengingatkanku untuk kembali kepada-Nya?"
Ingat, Allah itu Maha Penyayang. Kalau pun musibah datang karena dosa kita, itu justru jalan agar kita segera bertobat, memperbaiki diri, dan lebih dekat dengan-Nya.
#https://xn--r1a.website/Fawaid_Salafy
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
❁ https://xn--r1a.website/MutiaraFaedah
Hidup ini tidak selalu berjalan mulus. Kadang kita jatuh, terluka, kehilangan, atau dihantam masalah bertubi-tubi. Namun, tidak semua musibah datang tanpa sebab.
Allah Taala berfirman,
وَمَا أَصَابَكُمْ مِّنْ مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا عَنْ كَثِيرٌ
"Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (QS. Asy-Syura: 30).
Ayat ini mengingatkan kita, bahwa luka, kesempitan, atau kesulitan yang hadir-bisa jadi merupakan buah dari dosa yang kita lakukan.
Namun jangan salah paham.
Bukan berarti semua musibah adalah hukuman, kadang Allah menimpakan ujian untuk mengangkat derajat hamba-Nya dan membersihkan dosa.
💠 Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidaklah seorang Muslim ditimpa suatu musibah, melainkan Allah akan menghapus dosa-dosanya karenanya, meskipun hanya karena duri yang menusuknya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Maka sikap terbaik adalah berhenti menyalahkan keadaan, berhenti menyalahkan orang lain. Gunakan setiap luka untuk introspeksi, "Apakah ini cara Allah mengingatkanku untuk kembali kepada-Nya?"
Ingat, Allah itu Maha Penyayang. Kalau pun musibah datang karena dosa kita, itu justru jalan agar kita segera bertobat, memperbaiki diri, dan lebih dekat dengan-Nya.
#https://xn--r1a.website/Fawaid_Salafy
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
Telegram
MEDIA MUTIARA FAEDAH
𝗖𝗵𝗮𝗻𝗻𝗲𝗹 𝗠𝗲𝗱𝗶𝗮 𝗠𝘂𝘁𝗶𝗮𝗿𝗮 𝗙𝗮𝗲𝗱𝗮𝗵
➖ Berbagi Faedah Bertabur Hikmah
➖ Berbagi Faedah Bertabur Hikmah
MENDAKI KESUKSESAN DENGAN TAWAKAL DAN KESABARAN
❁ https://chat.whatsapp.com/K7LifmALY6N0DtReXnQZy8?mode=wwc
Membangun usaha bukan sekadar mengejar keuntungan, tetapi juga bagian dari ikhtiar yang bernilai ibadah apabila diniatkan karena Allah dan ditempuh dengan cara yang halal.
Perjalanan ini bukan perlombaan siapa yang paling cepat, melainkan siapa yang paling sabar, istiqamah, dan terus berusaha di atas jalan yang benar. Akan ada rasa lelah, kegagalan, keraguan, bahkan ujian yang menguji keteguhan hati.
Namun ingatlah, Allah tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang berbuat baik. Setiap usaha yang halal, setiap tetes keringat, dan setiap kesabaran akan dicatat di sisi-Nya.
"Puncak keberhasilan bukan milik mereka yang paling cepat, tetapi milik mereka yang terus berikhtiar, bertawakal, dan tidak berhenti karena putus asa."
➡️Sabar.., bukan berarti pasrah tanpa usaha. Sabar adalah tetap melangkah dalam ketaatan kepada Allah, terus memperbaiki ikhtiar, dan ridha terhadap takdir-Nya setelah melakukan sebab-sebab yang benar.
Ketika usaha disertai iman dan kesabaran:
※ Bukan hanya bisnis yang tumbuh, tetapi juga akhlak dan keimanan.
※ Bukan hanya keuntungan yang dicari, tetapi juga keberkahan rezeki.
※ Bukan hanya kesuksesan dunia yang diraih, tetapi juga pahala jika niatnya ikhlas karena Allah.
➡️ Fokuslah pada memperbaiki ikhtiar, menjaga keikhlasan, dan bertawakal kepada Allah, bukan sekadar mengejar hasil secepat mungkin.
Karena rezeki telah Allah tetapkan, tetapi ikhtiar, doa, kesabaran, dan istiqamah adalah jalan untuk meraihnya. Teruslah melangkah. Walau perlahan, jangan berhenti selama masih berada di atas jalan yang diridhai Allah.
#https://xn--r1a.website/Fawaid_Salafy/18615
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
❁ https://chat.whatsapp.com/K7LifmALY6N0DtReXnQZy8?mode=wwc
Membangun usaha bukan sekadar mengejar keuntungan, tetapi juga bagian dari ikhtiar yang bernilai ibadah apabila diniatkan karena Allah dan ditempuh dengan cara yang halal.
Perjalanan ini bukan perlombaan siapa yang paling cepat, melainkan siapa yang paling sabar, istiqamah, dan terus berusaha di atas jalan yang benar. Akan ada rasa lelah, kegagalan, keraguan, bahkan ujian yang menguji keteguhan hati.
Namun ingatlah, Allah tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang berbuat baik. Setiap usaha yang halal, setiap tetes keringat, dan setiap kesabaran akan dicatat di sisi-Nya.
"Puncak keberhasilan bukan milik mereka yang paling cepat, tetapi milik mereka yang terus berikhtiar, bertawakal, dan tidak berhenti karena putus asa."
➡️Sabar.., bukan berarti pasrah tanpa usaha. Sabar adalah tetap melangkah dalam ketaatan kepada Allah, terus memperbaiki ikhtiar, dan ridha terhadap takdir-Nya setelah melakukan sebab-sebab yang benar.
Ketika usaha disertai iman dan kesabaran:
※ Bukan hanya bisnis yang tumbuh, tetapi juga akhlak dan keimanan.
※ Bukan hanya keuntungan yang dicari, tetapi juga keberkahan rezeki.
※ Bukan hanya kesuksesan dunia yang diraih, tetapi juga pahala jika niatnya ikhlas karena Allah.
➡️ Fokuslah pada memperbaiki ikhtiar, menjaga keikhlasan, dan bertawakal kepada Allah, bukan sekadar mengejar hasil secepat mungkin.
Karena rezeki telah Allah tetapkan, tetapi ikhtiar, doa, kesabaran, dan istiqamah adalah jalan untuk meraihnya. Teruslah melangkah. Walau perlahan, jangan berhenti selama masih berada di atas jalan yang diridhai Allah.
#https://xn--r1a.website/Fawaid_Salafy/18615
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
KENAPA ANAK BELUM SHALIH?
❁ https://chat.whatsapp.com/K7LifmALY6N0DtReXnQZy8?mode=wwc
(1). Bisa jadi orang tua memiliki "Dosa2" di masa lalu dimana mereka belum juga Bertaubat kepada Allah Ta'ala, lalu Allah pun menjadikan anak itu belum shalih & shalihah Sbg Hukuman Atas Dosa2nya.
(2). Bisa jadi orang tua memiliki "Dosa²" di masa lalu dimana "Sekarang" mereka Sudah Bertaubat, tapi Allah menjadikan anaknya belum shalih dan shalihah sbg Sebab penggugur dosa-dosa dari orang tuanya, jika mereka bersabar & juga tdk Berburuk Sangka kepada ALLAH Ta'ala.
(3). Bisa jadi, para orang tua pada waktu ini Sudah Shalih & Shalihah, tapi mereka tidak mau Belajar bagaimana cara untuk mendidik anak menjadi shalih / shalihah sehingga mereka mendapatkan anaknya yang belum menjadi shalih dan shalihah.
(4). Bisa jadi, para orang tua pada waktu ini Sudah Shalih dan Shalihah, & mereka pun Sudah Mengetahui Bagaimana Cara untuk 'mendidik anaknya' menjadi shalih dan shalihah, namun didapatkan kondisi anak belum juga shalih & shalihah maka berarti ini adalah "ujian" dari Allah Ta'ala.
Memang anak bisa jadi dia bersalah dan berbuat dosa, tapi hendaknya 'bersabar', insya Allah mereka itu diberikan hidayah cepat atau lambat. Yang penting adalah, bagaimana "USAHA" orang tua itu untuk terus menerus memperbaiki diri mereka & memperbaiki anak-anaknya sekaligus.
Dan hendaknya orang tua selalu melihat kepada Kekurangan2 yang ada pada diri mereka, "Meskipun" sekarang orang tua itu sudah Bertaubat, dan perlahan-lahan mulai banyak melakukan amalan shalih.
🎙️ Al-Fudhail bin ‘Iyadh رحمه الله berkata :
"Sesungguhnya ketika aku 'Bermaksiat' kpd ALLAH maka aku bisa mengetahui dampak buruknya pada perilaku hewan Tungganganku, Pembantuku, Istriku & bahkan tikus di rumahku" (Al-Bidaayah wan Nihaayah X/215, oleh Ibnu Katsiir)
✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar
#https://telegram.me/najmiumar
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
❁ https://chat.whatsapp.com/K7LifmALY6N0DtReXnQZy8?mode=wwc
(1). Bisa jadi orang tua memiliki "Dosa2" di masa lalu dimana mereka belum juga Bertaubat kepada Allah Ta'ala, lalu Allah pun menjadikan anak itu belum shalih & shalihah Sbg Hukuman Atas Dosa2nya.
(2). Bisa jadi orang tua memiliki "Dosa²" di masa lalu dimana "Sekarang" mereka Sudah Bertaubat, tapi Allah menjadikan anaknya belum shalih dan shalihah sbg Sebab penggugur dosa-dosa dari orang tuanya, jika mereka bersabar & juga tdk Berburuk Sangka kepada ALLAH Ta'ala.
(3). Bisa jadi, para orang tua pada waktu ini Sudah Shalih & Shalihah, tapi mereka tidak mau Belajar bagaimana cara untuk mendidik anak menjadi shalih / shalihah sehingga mereka mendapatkan anaknya yang belum menjadi shalih dan shalihah.
(4). Bisa jadi, para orang tua pada waktu ini Sudah Shalih dan Shalihah, & mereka pun Sudah Mengetahui Bagaimana Cara untuk 'mendidik anaknya' menjadi shalih dan shalihah, namun didapatkan kondisi anak belum juga shalih & shalihah maka berarti ini adalah "ujian" dari Allah Ta'ala.
Memang anak bisa jadi dia bersalah dan berbuat dosa, tapi hendaknya 'bersabar', insya Allah mereka itu diberikan hidayah cepat atau lambat. Yang penting adalah, bagaimana "USAHA" orang tua itu untuk terus menerus memperbaiki diri mereka & memperbaiki anak-anaknya sekaligus.
Dan hendaknya orang tua selalu melihat kepada Kekurangan2 yang ada pada diri mereka, "Meskipun" sekarang orang tua itu sudah Bertaubat, dan perlahan-lahan mulai banyak melakukan amalan shalih.
🎙️ Al-Fudhail bin ‘Iyadh رحمه الله berkata :
"Sesungguhnya ketika aku 'Bermaksiat' kpd ALLAH maka aku bisa mengetahui dampak buruknya pada perilaku hewan Tungganganku, Pembantuku, Istriku & bahkan tikus di rumahku" (Al-Bidaayah wan Nihaayah X/215, oleh Ibnu Katsiir)
✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar
#https://telegram.me/najmiumar
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
بِسْــــــمِ اللهِ الرحمن الرحيم
Pagi ini...
Angin berhembus pelan membawa doa.
Mentari menyapa atap-atap rumah dan menara masjid.
Di antara kibaran Merah Putih,
ada hati-hati yang berbisik lirih:
رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا
"Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman." [Surah Al-Baqarah: 126]
Aman untuk ibu yang menanak nasi.
Aman untuk anak yang berangkat mengaji.
Aman untuk dakwah yang berjalan di atas tauhid.
Aman untuk kita semua, dunia dan akhirat.
Mari kita rawat negeri ini...
Dengan doa yang tidak pernah putus.
Dengan ketaatan yang tidak pernah lelah.
Dengan kebaikan yang tidak pernah kecil di mata Allah.
Karena sebaik-baik cinta pada negeri,
adalah mendoakannya, memperbaikinya, dan bertakwa di atasnya.
Berdoa, Berusaha, Bertakwa.
Untuk Indonesia yang aman dan bermartabat.
Aamiin Ya Rabbal 'Alamin
#https://xn--r1a.website/assalafiyyahmedan
𝓐𝓭𝓶𝓲𝓷ـ₰✍ MMI 𝘼𝙨𝙮𝙎𝙮𝙖𝙢𝙞𝙡 https://whatsapp.com/channel/0029VbD16j984OmBOacJZx0d
Pagi ini...
Angin berhembus pelan membawa doa.
Mentari menyapa atap-atap rumah dan menara masjid.
Di antara kibaran Merah Putih,
ada hati-hati yang berbisik lirih:
رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا
"Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman." [Surah Al-Baqarah: 126]
Aman untuk ibu yang menanak nasi.
Aman untuk anak yang berangkat mengaji.
Aman untuk dakwah yang berjalan di atas tauhid.
Aman untuk kita semua, dunia dan akhirat.
Mari kita rawat negeri ini...
Dengan doa yang tidak pernah putus.
Dengan ketaatan yang tidak pernah lelah.
Dengan kebaikan yang tidak pernah kecil di mata Allah.
Karena sebaik-baik cinta pada negeri,
adalah mendoakannya, memperbaikinya, dan bertakwa di atasnya.
Berdoa, Berusaha, Bertakwa.
Untuk Indonesia yang aman dan bermartabat.
Aamiin Ya Rabbal 'Alamin
#https://xn--r1a.website/assalafiyyahmedan
𝓐𝓭𝓶𝓲𝓷ـ₰✍ MMI 𝘼𝙨𝙮𝙎𝙮𝙖𝙢𝙞𝙡 https://whatsapp.com/channel/0029VbD16j984OmBOacJZx0d
🇫 🇦 🇪 🇩 🇦 🇭 🇵 🇦 🇬 🇮
KELOMPOK YANG PALING SESAT DAN KELOMPOK YANG DI ATAS JALAN YANG LURUS
❁ https://chat.whatsapp.com/K7LifmALY6N0DtReXnQZy8?mode=wwc
🎙️ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:
فليس الضلال والغي في طائفة من طوائف الأمة أكثر منه في الرافضة، كما أن الهدى والرشاد والرحمة ليس في طائفة من طوائف الأمة أكثر منه في أهل الحديث والسنة المحضة، الذين لا ينتصرون إلا لرسول الله صلى الله عليه وسلم، فإنهم خاصته، وهو إمامهم المطلق الذي لا يغضبون لقول غيره إلا إذا اتبع قوله، ومقصودهم نصر الله ورسوله.
"Tidak ada kesesatan dan penyimpangan yang terdapat pada satu kelompok di antara berbagai kelompok umat ini yang lebih banyak dan lebih besar dibandingkan dengan yang terdapat pada Rafidhah (Syi'ah).
Sebagaimana petunjuk, kelurusan, dan rahmat, tidaklah terdapat pada satu kelompok di antara berbagai kelompok umat ini yang lebih banyak dan lebih besar dibandingkan dengan yang terdapat pada Ahlul Hadits dan Ahlus Sunnah yang murni, yang mana tidak ada yang mereka bela kecuali Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Mereka adalah orang-orang khusus Beliau dan Beliau adalah imam mutlak bagi mereka, yang mana mereka tidaklah marah dalam membela suatu perkataan selain perkataan Beliau, kecuali jika perkataan tersebut mengikuti dan sesuai dengan perkataan Beliau. Dan tujuan mereka dari melakukan semua itu adalah semata-mata untuk membela Allah dan Rasul-Nya."
📚 Minhajus Sunnatin Nabawiyyah; jld. 6 hlm. 368
🌐 #https://xn--r1a.website/hikmahsalafiyyah
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570
KELOMPOK YANG PALING SESAT DAN KELOMPOK YANG DI ATAS JALAN YANG LURUS
❁ https://chat.whatsapp.com/K7LifmALY6N0DtReXnQZy8?mode=wwc
🎙️ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:
فليس الضلال والغي في طائفة من طوائف الأمة أكثر منه في الرافضة، كما أن الهدى والرشاد والرحمة ليس في طائفة من طوائف الأمة أكثر منه في أهل الحديث والسنة المحضة، الذين لا ينتصرون إلا لرسول الله صلى الله عليه وسلم، فإنهم خاصته، وهو إمامهم المطلق الذي لا يغضبون لقول غيره إلا إذا اتبع قوله، ومقصودهم نصر الله ورسوله.
"Tidak ada kesesatan dan penyimpangan yang terdapat pada satu kelompok di antara berbagai kelompok umat ini yang lebih banyak dan lebih besar dibandingkan dengan yang terdapat pada Rafidhah (Syi'ah).
Sebagaimana petunjuk, kelurusan, dan rahmat, tidaklah terdapat pada satu kelompok di antara berbagai kelompok umat ini yang lebih banyak dan lebih besar dibandingkan dengan yang terdapat pada Ahlul Hadits dan Ahlus Sunnah yang murni, yang mana tidak ada yang mereka bela kecuali Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Mereka adalah orang-orang khusus Beliau dan Beliau adalah imam mutlak bagi mereka, yang mana mereka tidaklah marah dalam membela suatu perkataan selain perkataan Beliau, kecuali jika perkataan tersebut mengikuti dan sesuai dengan perkataan Beliau. Dan tujuan mereka dari melakukan semua itu adalah semata-mata untuk membela Allah dan Rasul-Nya."
📚 Minhajus Sunnatin Nabawiyyah; jld. 6 hlm. 368
🌐 #https://xn--r1a.website/hikmahsalafiyyah
📮 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗙𝗔𝗘𝗗𝗔𝗛
🌐 Channel t.me/MutiaraFaedah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
🛰 𝐀𝐩𝐩 bit.ly/AsySyamilApp
📱𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 082369896570