YANG MENGATAKAN BAHWA MASALAH MEMBERONTAK TERHADAP PENGUASA ADA PERBEDAAN PENDAPAT PADANYA, DIA PENCARI FITNAH DAN BUKAN PENUNTUT ILMU
••••
🎙️Mufti Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Berulang-ulang ucapan di sebagian para penuntut ilmu bahwa masalah memberontak terhadap penguasa merupakan masalah khilafiyyah.
Bagaimana pendapat Anda?
Jawaban:
Ini bukan penuntut ilmu orang yang mengatakan seperti ini, dia adalah orang yang mencari fitnah.
Tidak ada perbedaan pendapat padanya, ini berdasarkan ijmak. Wajib mentaati para penguasa, tidak ada perbedaan pendapat padanya.
Allah Ta'ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ.
"Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri kalian."
(QS. An-Nisa': 59)
Nabi ﷺ juga bersabda,
أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعةِ، وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ.
"Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, serta mendengar dan taat (kepada penguasa), walaupun yang memerintah kalian adalah seorang budak."
(Lihat: Shahih Sunan Abu Dawud, no. 4607)
Maka mana orang yang mengatakan bahwa ini adalah masalah khilafiyyah?
Orang yang seperti ini bisa jadi dia orang yang bodoh atau orang yang menyesatkan.
🌐 Sumber: https://youtu.be/la2hOm_S6Oc?si=H3aNCCK4Yj-bD8UJ
https://xn--r1a.website/salafysolo
••••
🎙️Mufti Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Berulang-ulang ucapan di sebagian para penuntut ilmu bahwa masalah memberontak terhadap penguasa merupakan masalah khilafiyyah.
Bagaimana pendapat Anda?
Jawaban:
Ini bukan penuntut ilmu orang yang mengatakan seperti ini, dia adalah orang yang mencari fitnah.
Tidak ada perbedaan pendapat padanya, ini berdasarkan ijmak. Wajib mentaati para penguasa, tidak ada perbedaan pendapat padanya.
Allah Ta'ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ.
"Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri kalian."
(QS. An-Nisa': 59)
Nabi ﷺ juga bersabda,
أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعةِ، وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ.
"Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, serta mendengar dan taat (kepada penguasa), walaupun yang memerintah kalian adalah seorang budak."
(Lihat: Shahih Sunan Abu Dawud, no. 4607)
Maka mana orang yang mengatakan bahwa ini adalah masalah khilafiyyah?
Orang yang seperti ini bisa jadi dia orang yang bodoh atau orang yang menyesatkan.
🌐 Sumber: https://youtu.be/la2hOm_S6Oc?si=H3aNCCK4Yj-bD8UJ
https://xn--r1a.website/salafysolo
YouTube
صالح الفوزان : الذي يقول أن مسألة الخروج على ولي الأمر فيها خلاف ، هذا طالب فتنة وليس بطالب علم
Enjoy the videos and music you love, upload original content, and share it all with friends, family, and the world on YouTube.
APAKAH MEMBERONTAK TERHADAP PENGUASA TERMASUK MASALAH-MASALAH KHILAFIYYAH?
••••
🎙️Mufti Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Apakah masalah mentaati penguasa dan haramnya memberontak terhadap pemimpin muslim yang zhalim termasuk masalah-masalah khilafiyyah (yang boleh ada perbedaan pendapat padanya)?
Jawaban:
Tidak, bukan termasuk masalah-masalah khilafiyyah, ini adalah kedustaan, bahkan ini merupakan ijmak. Penguasa tetap ditaati walaupun dia zhalim, selama dia tidak keluar dari agama (murtad) maka dia ditaati, kecuali pada maksiat, maksiatnya dijauhi.
Adapun memberontak terhadapnya dengan alasan karena dia zhalim, maka yang seperti ini haram.
Nabi bersabda,
اسْمَعْ وَأَطِعْ، وَإِنْ ضَرَبَ ظَهْرَكَ وَأَخَذَ مَالَكَ.
"Dengarlah dan taatlah, walaupun penguasa memukul punggungmu dan merampas hartamu!"
(HR. Al-Bukhari no. 3606 dan Muslim no. 1847 --pent)
Karena merampas harta dan memukul punggung lebih ringan dibandingkan dengan kekacauan, kudeta, hilangnya keamanan dan lenyapnya persatuan.
Jadi ini termasuk bentuk melakukan yang paling ringan dari dua kerugian untuk mencegah yang lebih besar dari keduanya.
Ini merupakan kaedah yang sesuai dengan syari'at dan dikenal dalam Islam.
Pertanyaan:
Berulang-ulang ucapan di sebagian para penuntut ilmu bahwa masalah memberontak terhadap penguasa merupakan masalah khilafiyyah.
Bagaimana pendapat Anda?
Jawaban:
Ini bukan penuntut ilmu orang yang mengatakan seperti ini, dia adalah orang yang mencari fitnah.
🌐 Sumber: https://youtu.be/EEKQuloAS8s?si=350eAFrAO7JTOTsb
https://xn--r1a.website/salafysolo
••••
🎙️Mufti Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Apakah masalah mentaati penguasa dan haramnya memberontak terhadap pemimpin muslim yang zhalim termasuk masalah-masalah khilafiyyah (yang boleh ada perbedaan pendapat padanya)?
Jawaban:
Tidak, bukan termasuk masalah-masalah khilafiyyah, ini adalah kedustaan, bahkan ini merupakan ijmak. Penguasa tetap ditaati walaupun dia zhalim, selama dia tidak keluar dari agama (murtad) maka dia ditaati, kecuali pada maksiat, maksiatnya dijauhi.
Adapun memberontak terhadapnya dengan alasan karena dia zhalim, maka yang seperti ini haram.
Nabi bersabda,
اسْمَعْ وَأَطِعْ، وَإِنْ ضَرَبَ ظَهْرَكَ وَأَخَذَ مَالَكَ.
"Dengarlah dan taatlah, walaupun penguasa memukul punggungmu dan merampas hartamu!"
(HR. Al-Bukhari no. 3606 dan Muslim no. 1847 --pent)
Karena merampas harta dan memukul punggung lebih ringan dibandingkan dengan kekacauan, kudeta, hilangnya keamanan dan lenyapnya persatuan.
Jadi ini termasuk bentuk melakukan yang paling ringan dari dua kerugian untuk mencegah yang lebih besar dari keduanya.
Ini merupakan kaedah yang sesuai dengan syari'at dan dikenal dalam Islam.
Pertanyaan:
Berulang-ulang ucapan di sebagian para penuntut ilmu bahwa masalah memberontak terhadap penguasa merupakan masalah khilafiyyah.
Bagaimana pendapat Anda?
Jawaban:
Ini bukan penuntut ilmu orang yang mengatakan seperti ini, dia adalah orang yang mencari fitnah.
🌐 Sumber: https://youtu.be/EEKQuloAS8s?si=350eAFrAO7JTOTsb
https://xn--r1a.website/salafysolo
YouTube
هل الخروج على الحاكم من المسائل الخلافية ؟ | الشيخ صالح الفوزان
الخروج على الحاكم ليس من المسائل الخلافية والذي يقول هذا الكلام طالب فتنة وليس بطالب علم ‼️
🎙️ فضيلة الشيخ العلامة صالح بن فوزان الفوزان حفظه الله تعالى ورعاه
🎙️ فضيلة الشيخ العلامة صالح بن فوزان الفوزان حفظه الله تعالى ورعاه
KEPEMIMPINAN TERMASUK MASALAH AKIDAH ATAU FIKIH?
••••
🎙️Mufti Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Masalah imamah (kepemimpinan) apakah disebutkan dalam pembahasan tentang ushul oleh para fuqaha (ahli fikih), ataukah dalam pembahasan (para ulama) ahli akidah?
Jawaban:
Semuanya. Bab imamah disebutkan dalam kitab-kitab akidah dan juga disebutkan dalam kitab-kitab fikih karena pentingnya. Dalam fikih para ulama membahas hukum-hukum yang berkaitan dengan imam (pemimpin), sedangkan dalam akidah disebutkan bahwa ketaatan kepada para penguasa termasuk bagian dari pokok-pokok iman yang mendasar, dan bahwa pengangkatan pemimpin termasuk kewajiban umat; umat tidak boleh dibiarkan tanpa penguasa.
🌐 Sumber: https://youtu.be/nl0fp6E1Sls?si=uDklzoZg-uvZnWIH
https://xn--r1a.website/salafysolo
••••
🎙️Mufti Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Masalah imamah (kepemimpinan) apakah disebutkan dalam pembahasan tentang ushul oleh para fuqaha (ahli fikih), ataukah dalam pembahasan (para ulama) ahli akidah?
Jawaban:
Semuanya. Bab imamah disebutkan dalam kitab-kitab akidah dan juga disebutkan dalam kitab-kitab fikih karena pentingnya. Dalam fikih para ulama membahas hukum-hukum yang berkaitan dengan imam (pemimpin), sedangkan dalam akidah disebutkan bahwa ketaatan kepada para penguasa termasuk bagian dari pokok-pokok iman yang mendasar, dan bahwa pengangkatan pemimpin termasuk kewajiban umat; umat tidak boleh dibiarkan tanpa penguasa.
🌐 Sumber: https://youtu.be/nl0fp6E1Sls?si=uDklzoZg-uvZnWIH
https://xn--r1a.website/salafysolo
YouTube
[516 -1024] هل مسألة الإمامة من مسائل العقيدة أم الفقه؟ - الشيخ صالح الفوزان
-[516 -1024] السؤال: مسألة الإمامة هل تذكر في الأصل عند الفقهاء أم عند أهل العقيدة؟
الجواب: كلهم باب الإمامة مذكور في كتب العقائد ومذكور في كتب الفقه لأهميته في الفقه يذكرون الأحكام المتعلقة بالإمام والعقائد يذكرون أن طاعة ولاة الأمور من أصول الإيمان وأن…
الجواب: كلهم باب الإمامة مذكور في كتب العقائد ومذكور في كتب الفقه لأهميته في الفقه يذكرون الأحكام المتعلقة بالإمام والعقائد يذكرون أن طاعة ولاة الأمور من أصول الإيمان وأن…
BAGAIMANA SIKAP YANG BENAR TERHADAP ULAMA YANG SALAH?
••••
🎙️Mufti Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Jika seorang ulama melakukan kesalahan maka bagaimana menyikapinya?
Dan apa pendapat Anda tentang orang yang mengatakan, "Kita harus memperingatkan manusia dari ulama tersebut, dan jika kita tidak melakukannya maka kita telah menyia-nyiakan nasehat bagi umat dan menyia-nyiakan tahdzir terhadap ahli bid'ah."?
Jawaban:
Kesalahan seorang ulama berbeda-beda, jika kesalahan tersebut dalam masalah aqidah, jika pada dirinya ada kesalahan dalam masalah aqidah dan kesesatan dalam masalah aqidah, maka yang seperti ini wajib untuk mengingatkan. Jika dia meninggalkan kesalahannya (itu yang diharapkan), jika tidak maka dia ditinggalkan dan dijauhi.
Adapun jika kesalahan tersebut pada masalah-masalah fiqih, yaitu masalah-masalah yang memiliki ruang ijtihad, maka yang seperti ini dilihat dalilnya; jika dalil bersamanya maka dia berada di atas kebenaran, namun jika dalil bersama selainnya, maka dijelaskan kepadanya, tetapi dia tidak dijauhi.
Masalah-masalah fiqih tidak boleh menyebabkan hajr (menjauh atau memboikot), hal ini (hajr) hanya boleh pada masalah-masalah aqidah dan prinsip pokok.
Adapun perbedaan dalam masalah-masalah fiqih dan furu' (cabang), maka hal ini dijelaskan kesalahannya, kalau dia rujuk alhamdulilah, jika tidak maka dia tidak boleh dijauhi, karena masalah-masalah yang memiliki ruang ijtihad kalian mengetahui bahwa perkaranya luas, perkara dalam masalah-masalah ijtihad luas, dan para ulama mengatakan, "Tidak boleh mengingkari dalam masalah-masalah ijtihad."
🌐 Sumber: https://youtu.be/Z9Rd336egIE?si=BTbD1_PvoQvJF5Or
https://xn--r1a.website/salafysolo
••••
🎙️Mufti Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Jika seorang ulama melakukan kesalahan maka bagaimana menyikapinya?
Dan apa pendapat Anda tentang orang yang mengatakan, "Kita harus memperingatkan manusia dari ulama tersebut, dan jika kita tidak melakukannya maka kita telah menyia-nyiakan nasehat bagi umat dan menyia-nyiakan tahdzir terhadap ahli bid'ah."?
Jawaban:
Kesalahan seorang ulama berbeda-beda, jika kesalahan tersebut dalam masalah aqidah, jika pada dirinya ada kesalahan dalam masalah aqidah dan kesesatan dalam masalah aqidah, maka yang seperti ini wajib untuk mengingatkan. Jika dia meninggalkan kesalahannya (itu yang diharapkan), jika tidak maka dia ditinggalkan dan dijauhi.
Adapun jika kesalahan tersebut pada masalah-masalah fiqih, yaitu masalah-masalah yang memiliki ruang ijtihad, maka yang seperti ini dilihat dalilnya; jika dalil bersamanya maka dia berada di atas kebenaran, namun jika dalil bersama selainnya, maka dijelaskan kepadanya, tetapi dia tidak dijauhi.
Masalah-masalah fiqih tidak boleh menyebabkan hajr (menjauh atau memboikot), hal ini (hajr) hanya boleh pada masalah-masalah aqidah dan prinsip pokok.
Adapun perbedaan dalam masalah-masalah fiqih dan furu' (cabang), maka hal ini dijelaskan kesalahannya, kalau dia rujuk alhamdulilah, jika tidak maka dia tidak boleh dijauhi, karena masalah-masalah yang memiliki ruang ijtihad kalian mengetahui bahwa perkaranya luas, perkara dalam masalah-masalah ijtihad luas, dan para ulama mengatakan, "Tidak boleh mengingkari dalam masalah-masalah ijtihad."
🌐 Sumber: https://youtu.be/Z9Rd336egIE?si=BTbD1_PvoQvJF5Or
https://xn--r1a.website/salafysolo
YouTube
كيف يتعامل مع العالم إذا أخطأ؟ وما رأيكم في من يقول إننا لا بد أن نحذر من هذا العالم، وإن لم نفعل...
#فتاوى_الفوزان #فتاوى #كبار_العلماء
فتاوى الشيخ صالح الفوزان المستخرجة من الدروس العلمية واللقاءات المفتوحة
-------------------------------------------------
والفتاوى مرتبة ومصنفة حسب التصنيفات التالية:
أحكام الإحرام
http://bit.ly/2RRAUU5
أحكام الاعتكاف
…
فتاوى الشيخ صالح الفوزان المستخرجة من الدروس العلمية واللقاءات المفتوحة
-------------------------------------------------
والفتاوى مرتبة ومصنفة حسب التصنيفات التالية:
أحكام الإحرام
http://bit.ly/2RRAUU5
أحكام الاعتكاف
…
BANTAHAN TERHADAP ORANG YANG MENOLAK DISEBUT TERLIBAT DALAM KUDETA KARENA TIDAK MENGANGKAT SENJATA
••••
🎙️Mufti Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Penanya bertanya tentang makna kudeta dengan ucapan?
Jawaban:
Bentuknya dengan mengkafirkan penguasa, atau mengatakan bahwa penguasa tidak layak memimpin kaum muslimin, seperti inilah kudeta dengan ucapan.
Kudeta bentuknya bisa berupa perbuatan dan mengangkat senjata.
Bisa juga dengan mencela penguasa, menyebutnya tidak pantas menjadi pemimpin, dan mengatakan bahwa padanya terdapat aib demikian dan demikian.
Dan bisa juga dengan keyakinan, walaupun dia tidak mengucapkan dan tidak melakukan perbuatan.
Jadi bentuknya bisa dengan keyakinan, bisa dengan ucapan, dan bisa dengan perbuatan juga.
🌐 Sumber: https://youtube.com/shorts/Tq5Ix5eCfdg?si=hzuh8TNglLxqWWA5
https://xn--r1a.website/salafysolo
••••
🎙️Mufti Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Penanya bertanya tentang makna kudeta dengan ucapan?
Jawaban:
Bentuknya dengan mengkafirkan penguasa, atau mengatakan bahwa penguasa tidak layak memimpin kaum muslimin, seperti inilah kudeta dengan ucapan.
Kudeta bentuknya bisa berupa perbuatan dan mengangkat senjata.
Bisa juga dengan mencela penguasa, menyebutnya tidak pantas menjadi pemimpin, dan mengatakan bahwa padanya terdapat aib demikian dan demikian.
Dan bisa juga dengan keyakinan, walaupun dia tidak mengucapkan dan tidak melakukan perbuatan.
Jadi bentuknya bisa dengan keyakinan, bisa dengan ucapan, dan bisa dengan perbuatan juga.
🌐 Sumber: https://youtube.com/shorts/Tq5Ix5eCfdg?si=hzuh8TNglLxqWWA5
https://xn--r1a.website/salafysolo
YouTube
من صور الخروج على الحاكم - فضيلة الشيخ العلامة صالح الفوزان حفظه الله
Enjoy the videos and music you love, upload original content, and share it all with friends, family, and the world on YouTube.
KUDETA TERHADAP PENGUASA BENTUKNYA BISA DENGAN HATI
••••
🎙️Mufti Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Orang yang mengajak untuk melakukan kudeta dan dia mengatakan bahwa kudeta terhadap jama'ah kaum muslimin bukan dengan cara demonstrasi dan mengungkapkan pendapat, tetapi kudeta yang diperingatkan darinya adalah kudeta bersenjata?
Jawaban:
Kudeta ada beberapa macam, diantaranya adalah kudeta dengan ucapan, ini merupakan kudeta.
Jika seseorang menghasung dan menganjurkan untuk kudeta terhadap penguasa, maka ini merupakan kudeta walaupun dia tidak mengangkat senjata, bahkan bisa jadi orang seperti ini lebih berbahaya dibandingkan dengan mengangkat senjata.
Orang yang menyebarkan pemikiran Khawarij dan menganjurkannya maka dia ini lebih berbahaya dibandingkan dengan mengangkat senjata.
Kudeta juga bisa dengan hati, jika seseorang tidak meyakini kekuasaan penguasa dan hal-hal yang wajib untuknya, dan dia berpendapat untuk membenci penguasa kaum muslimin, maka ini merupakan kudeta dengan hati.
Kudeta bentuknya bisa dengan hati, niat, bisa dengan ucapan, dan juga dengan senjata.
🌐 Sumber: https://youtu.be/GXXu7c1kDfk?si=BGxZSJ5p5mTK5LAV
https://xn--r1a.website/salafysolo
••••
🎙️Mufti Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Orang yang mengajak untuk melakukan kudeta dan dia mengatakan bahwa kudeta terhadap jama'ah kaum muslimin bukan dengan cara demonstrasi dan mengungkapkan pendapat, tetapi kudeta yang diperingatkan darinya adalah kudeta bersenjata?
Jawaban:
Kudeta ada beberapa macam, diantaranya adalah kudeta dengan ucapan, ini merupakan kudeta.
Jika seseorang menghasung dan menganjurkan untuk kudeta terhadap penguasa, maka ini merupakan kudeta walaupun dia tidak mengangkat senjata, bahkan bisa jadi orang seperti ini lebih berbahaya dibandingkan dengan mengangkat senjata.
Orang yang menyebarkan pemikiran Khawarij dan menganjurkannya maka dia ini lebih berbahaya dibandingkan dengan mengangkat senjata.
Kudeta juga bisa dengan hati, jika seseorang tidak meyakini kekuasaan penguasa dan hal-hal yang wajib untuknya, dan dia berpendapat untuk membenci penguasa kaum muslimin, maka ini merupakan kudeta dengan hati.
Kudeta bentuknya bisa dengan hati, niat, bisa dengan ucapan, dan juga dengan senjata.
🌐 Sumber: https://youtu.be/GXXu7c1kDfk?si=BGxZSJ5p5mTK5LAV
https://xn--r1a.website/salafysolo
YouTube
الشيخ صالح الفوزان : الخروج على الحاكم يكون أيضاً بالقلب
Enjoy the videos and music you love, upload original content, and share it all with friends, family, and the world on YouTube.
MENGENAL KELOMPOK KHAWARIJ QA'ADIYYAH
(Kudeta bentuknya bisa dengan ucapan)
••••
🎙️Mufti Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Apa makna Khawarij Qa'adiyyah?
Jawaban:
Qa'adiyyah adalah orang-orang yang tidak ikut berperang, mereka hanya memberontak dengan ucapan, mereka melakukan kudeta dengan ucapan, yaitu dengan mereka mengucapkan ucapan yang dengannya mereka keluar dari manhaj Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang dengannya mereka melakukan kudeta terhadap penguasa.
Mereka inilah Qa'adiyyah.
Adapun orang-orang yang memerangi (melawan penguasa dengan mengangkat senjata) maka mereka lebih parah dibandingkan dengan Qa'adiyyah.
🌐 Sumber: https://youtu.be/VFZh6_C5kuE?si=6obDHzuv8AFlAYLu
https://xn--r1a.website/salafysolo
(Kudeta bentuknya bisa dengan ucapan)
••••
🎙️Mufti Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Apa makna Khawarij Qa'adiyyah?
Jawaban:
Qa'adiyyah adalah orang-orang yang tidak ikut berperang, mereka hanya memberontak dengan ucapan, mereka melakukan kudeta dengan ucapan, yaitu dengan mereka mengucapkan ucapan yang dengannya mereka keluar dari manhaj Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang dengannya mereka melakukan kudeta terhadap penguasa.
Mereka inilah Qa'adiyyah.
Adapun orang-orang yang memerangi (melawan penguasa dengan mengangkat senjata) maka mereka lebih parah dibandingkan dengan Qa'adiyyah.
🌐 Sumber: https://youtu.be/VFZh6_C5kuE?si=6obDHzuv8AFlAYLu
https://xn--r1a.website/salafysolo
YouTube
معنى الخوارج القعدية؟ الشيخ العلامة صالح الفوزان حفظه الله
❍ معنى الخوارج القعدية؟
/☚ الشيخ صالح الفوزان حفظه الله
https://youtu.be/VFZh6_C5kuE
#أهل_السنة_والجماعة #صالح_الفوزان
/☚ الشيخ صالح الفوزان حفظه الله
https://youtu.be/VFZh6_C5kuE
#أهل_السنة_والجماعة #صالح_الفوزان
SEBAGIAN KHAWARIJ TERDAHULU MEMBERONTAK DENGAN UCAPAN SAJA TANPA MENGANGKAT SENJATA
••••
🎙️ Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
Mereka ini bukan muncul di akhir zaman. Ya, mereka memang berada di akhir zaman jika dibandingkan dengan masa Rasulullah ﷺ, tetapi sebenarnya mereka telah ada sejak dahulu. Sejak masa Khulafaur Rasyidin mereka sudah ada, bahkan sebagian dari mereka sudah ada pada masa Rasulullah ﷺ sendiri, hanya saja waktu itu mereka tidak mengangkat senjata.
Orang yang berkata kepada Rasulullah ﷺ, "Apakah karena dia itu sepupu Anda, wahai Rasulullah?”
Yaitu ketika beliau memutuskan perkara untuk Zubair bin al-‘Awwam, ini termasuk salah satu bentuk pemberontakan.
Dan orang yang berkata kepada Rasulullah ﷺ ketika beliau membagi harta rampasan perang, “Berlaku adillah!”
Juga ucapan orang lain, “Pembagian ini tidak dimaksudkan untuk mencari ridha Allah."
Ini juga termasuk salah satu bentuk pemberontakan.
(Ada yang bertanya):
Artinya mereka mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ?
Syaikh rahimahullah menjawab:
Mereka mengikuti secara lahiriah saja, tetapi Rasulullah ﷺ bersabda,
لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ –أو قال–: حَنَاجِرَهُمْ.
"(Bacaan Al-Quran mereka) tidak melewati tenggorokan mereka."
🌐 Sumber: https://youtu.be/dbwF6XL2IDE?si=kIosjQE3_pqm4yjb
https://xn--r1a.website/salafysolo
••••
🎙️ Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
Mereka ini bukan muncul di akhir zaman. Ya, mereka memang berada di akhir zaman jika dibandingkan dengan masa Rasulullah ﷺ, tetapi sebenarnya mereka telah ada sejak dahulu. Sejak masa Khulafaur Rasyidin mereka sudah ada, bahkan sebagian dari mereka sudah ada pada masa Rasulullah ﷺ sendiri, hanya saja waktu itu mereka tidak mengangkat senjata.
Orang yang berkata kepada Rasulullah ﷺ, "Apakah karena dia itu sepupu Anda, wahai Rasulullah?”
Yaitu ketika beliau memutuskan perkara untuk Zubair bin al-‘Awwam, ini termasuk salah satu bentuk pemberontakan.
Dan orang yang berkata kepada Rasulullah ﷺ ketika beliau membagi harta rampasan perang, “Berlaku adillah!”
Juga ucapan orang lain, “Pembagian ini tidak dimaksudkan untuk mencari ridha Allah."
Ini juga termasuk salah satu bentuk pemberontakan.
(Ada yang bertanya):
Artinya mereka mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ?
Syaikh rahimahullah menjawab:
Mereka mengikuti secara lahiriah saja, tetapi Rasulullah ﷺ bersabda,
لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ –أو قال–: حَنَاجِرَهُمْ.
"(Bacaan Al-Quran mereka) tidak melewati tenggorokan mereka."
🌐 Sumber: https://youtu.be/dbwF6XL2IDE?si=kIosjQE3_pqm4yjb
https://xn--r1a.website/salafysolo
YouTube
الشيخ ابن عثيمين : من الخوارج الأولين من لم يخرج بالسلاح ، بل خرجوا باللسان فقط
Enjoy the videos and music you love, upload original content, and share it all with friends, family, and the world on YouTube.
Forwarded from FAWAID SOLO
WAJIBNYA MEMBELA PENGUASA MUSLIM DALAM MEMERANGI KHAWARIJ DAN PEMBERONTAK
========
🎙️ Syaikh Ubaid bin Abdillah al-Jabiri rahimahullah
Di sini saya ingin mengingatkan sebuah hal, yaitu jika ada seseorang berdiri di hadapan penguasa dan dia mengangkat pedang di wajahnya dan mengumumkan perang melawannya, maka sesungguhnya penguasa tersebut berhak untuk melawannya, menundukkannya dan menghancurkan kekuatannya.
Dan wajib atas penduduk wilayah tersebut untuk berdiri di pihak yang telah ditetapkan oleh Allah sebagai penguasa mereka, tidak boleh melemahkan dukungan kepadanya, tidak boleh membiarkannya tanpa memberikan pertolongan.
Barangsiapa yang melemahkan dukungan kepadanya, tidak mau membelanya dan lari dari memerangi orang yang berbuat jahat dan memberontak di wilayah tersebut yang ingin memecah belah dan menyebarkan kekacauan dan para pengacau, sama saja apakah pihak yang tidak mau membela, atau bermalas-malasan untuk membela, atau berlambat-lambat dalam membela, bagaimanapun keadaannya, maka dia adalah orang yang bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, menempuh selain jalan orang-orang yang beriman.
Dari sini saya mengatakan dan saya tidak menganggapnya sebagai kehinaan:
Wajib atas kaum muslimin di wilayah tersebut, yaitu Yaman –semoga Allah menyatukan para tokohnya dan orang-orang awamnya di atas hal-hal yang dicintai dan diridhai oleh Allah berupa Islam dan Sunnah– untuk berdiri di pihak yang telah ditetapkan oleh Allah sebagai penguasa mereka dalam menghadapi orang-orang yang melancarkan perang dan mengangkat bendera pemberontakan dan permusuhan serta mengangkat pedang di hadapan kekuasaan, wajib atas mereka untuk berdiri di pihak yang telah ditetapkan oleh Allah sebagai penguasa mereka, jangan membiarkannya tanpa membelanya, jangan menyerahkannya (kepada pemberontak).
Barangsiapa yang menunda-nunda, bermalas-malasan, memisahkan diri, atau menggembosi kaum muslimin, maka dia seorang pengkhianat.
Kejahatannya semakin parah dan semakin besar jika mereka ini berasal dari aparat keamanan yang dipercaya oleh penguasa dan diberi wewenang untuk menghadapi perang yang dilancarkan oleh orang yang sewenang-wenang, sangat zhalim, sangat bodoh, pemberontak tersebut.
Para tentara ini jika mereka meninggalkan seruan panglima mereka dan penguasa mereka, maka mereka adalah orang-orang Khawarij bersama orang yang sangat sewenang-wenang, sangat zhalim, sangat bodoh (pemimpin kudeta) tersebut.
Inti maksudnya adalah bahwa kalian, wahai segenap umat Islam, di wilayah ini jika penguasa kalian mengajak kalian, maka pergilah dan ambillah posisi-posisi kalian, mohonlah pertolongan kepada Allah untuk melaksanakan apa yang telah diperintahkan oleh penguasa kalian dan pemimpin negara.
Jangan tertipu oleh ucapan orang yang tidak memiliki pemahaman agama yang benar, jangan tertipu oleh ucapan orang yang mengatakan, "Diantara kami dan orang ini (pemberontak) tidak ada permusuhan, sehingga kami tidak akan memeranginya!"
Tidak, seribu kali tidak.
Orang yang mengucapkan seperti ini bisa jadi dia orang yang bodoh atau bisa jadi dia orang yang zhalim seperti orang sewenang-wenang, sangat zhalim, sangat bodoh tersebut (pemimpin kudeta).
https://xn--r1a.website/fawaidsolo/27948
========
🎙️ Syaikh Ubaid bin Abdillah al-Jabiri rahimahullah
Di sini saya ingin mengingatkan sebuah hal, yaitu jika ada seseorang berdiri di hadapan penguasa dan dia mengangkat pedang di wajahnya dan mengumumkan perang melawannya, maka sesungguhnya penguasa tersebut berhak untuk melawannya, menundukkannya dan menghancurkan kekuatannya.
Dan wajib atas penduduk wilayah tersebut untuk berdiri di pihak yang telah ditetapkan oleh Allah sebagai penguasa mereka, tidak boleh melemahkan dukungan kepadanya, tidak boleh membiarkannya tanpa memberikan pertolongan.
Barangsiapa yang melemahkan dukungan kepadanya, tidak mau membelanya dan lari dari memerangi orang yang berbuat jahat dan memberontak di wilayah tersebut yang ingin memecah belah dan menyebarkan kekacauan dan para pengacau, sama saja apakah pihak yang tidak mau membela, atau bermalas-malasan untuk membela, atau berlambat-lambat dalam membela, bagaimanapun keadaannya, maka dia adalah orang yang bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, menempuh selain jalan orang-orang yang beriman.
Dari sini saya mengatakan dan saya tidak menganggapnya sebagai kehinaan:
Wajib atas kaum muslimin di wilayah tersebut, yaitu Yaman –semoga Allah menyatukan para tokohnya dan orang-orang awamnya di atas hal-hal yang dicintai dan diridhai oleh Allah berupa Islam dan Sunnah– untuk berdiri di pihak yang telah ditetapkan oleh Allah sebagai penguasa mereka dalam menghadapi orang-orang yang melancarkan perang dan mengangkat bendera pemberontakan dan permusuhan serta mengangkat pedang di hadapan kekuasaan, wajib atas mereka untuk berdiri di pihak yang telah ditetapkan oleh Allah sebagai penguasa mereka, jangan membiarkannya tanpa membelanya, jangan menyerahkannya (kepada pemberontak).
Barangsiapa yang menunda-nunda, bermalas-malasan, memisahkan diri, atau menggembosi kaum muslimin, maka dia seorang pengkhianat.
Kejahatannya semakin parah dan semakin besar jika mereka ini berasal dari aparat keamanan yang dipercaya oleh penguasa dan diberi wewenang untuk menghadapi perang yang dilancarkan oleh orang yang sewenang-wenang, sangat zhalim, sangat bodoh, pemberontak tersebut.
Para tentara ini jika mereka meninggalkan seruan panglima mereka dan penguasa mereka, maka mereka adalah orang-orang Khawarij bersama orang yang sangat sewenang-wenang, sangat zhalim, sangat bodoh (pemimpin kudeta) tersebut.
Inti maksudnya adalah bahwa kalian, wahai segenap umat Islam, di wilayah ini jika penguasa kalian mengajak kalian, maka pergilah dan ambillah posisi-posisi kalian, mohonlah pertolongan kepada Allah untuk melaksanakan apa yang telah diperintahkan oleh penguasa kalian dan pemimpin negara.
Jangan tertipu oleh ucapan orang yang tidak memiliki pemahaman agama yang benar, jangan tertipu oleh ucapan orang yang mengatakan, "Diantara kami dan orang ini (pemberontak) tidak ada permusuhan, sehingga kami tidak akan memeranginya!"
Tidak, seribu kali tidak.
Orang yang mengucapkan seperti ini bisa jadi dia orang yang bodoh atau bisa jadi dia orang yang zhalim seperti orang sewenang-wenang, sangat zhalim, sangat bodoh tersebut (pemimpin kudeta).
https://xn--r1a.website/fawaidsolo/27948
Telegram
FAWAID SOLO
WAJIB MENGIKUTI KEBENARAN DAN TIDAK FANATIK KEPADA FIGUR-FIGUR TERTENTU
••••
🎙️ Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali rahimahullah
Sesungguhnya sikap tidak mau mengikuti kebenaran dan tidak mau tunduk kepadanya merupakan musibah besar yang akan menyeret para pelakunya kepada kebinasaan, menyebarnya penyakit ini, dan pengaruh-pengaruhnya yang menghancurkan akan menimpa orang lain.
Maka setiap orang dari kita hendaknya melatih dirinya untuk memuliakan kebenaran, mencintainya, berdiri di sampingnya, serta berloyalitas karenanya dan memusuhi karenanya.
Allah berfirman tentang hal ini,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِله وَلَوْ عَلَىٰ أَنفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ.
"Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kalian menjadi orang-orang yang selalu menegakkan keadilan dan selalu siap menjadi saksi karena Allah, walaupun merugikan terhadap diri kalian sendiri atau kedua orang tua atau kerabat."
(QS. An-Nisa': 135)
Sangat disayangkan kita melihat banyak dari kaum muslimin yang tidak memiliki atau kehilangan kedudukan yang besar ini, sehingga mereka lebih memperturutkan hawa nafsu mereka dan fanatik kepada pendapat-pendapat mereka dan kepada tokoh-tokoh dari kalangan para pengekor hawa nafsu dan ahlul batil. Kita berlindung kepada Allah darinya.
Ini merupakan perkara-perkara berbahaya yang merugikan Islam dan merugikan para pemuda serta memecah belah mereka.
Maka yang wajib atas kaum muslimin untuk mengikuti kebenaran yang dibawa oleh Muhammad ﷺ dan membelanya dengan harta serta dengan jiwa raganya.
Jadi kebenaran bagi kita sangat jauh lebih besar dari figur-figur, kelompok-kelompok, golongan-golongan, pemerintah, partai-partai dan yang lainnya.
Kebenaran lebih besar dan lebih mulia, dan tidaklah Allah menciptakan langit dan bumi kecuali dengan kebenaran.
🌐 Sumber: https://youtu.be/RGwsFqgkKN0?si=wliYbZ3LZ37P8W0w
https://xn--r1a.website/salafysolo
••••
🎙️ Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali rahimahullah
Sesungguhnya sikap tidak mau mengikuti kebenaran dan tidak mau tunduk kepadanya merupakan musibah besar yang akan menyeret para pelakunya kepada kebinasaan, menyebarnya penyakit ini, dan pengaruh-pengaruhnya yang menghancurkan akan menimpa orang lain.
Maka setiap orang dari kita hendaknya melatih dirinya untuk memuliakan kebenaran, mencintainya, berdiri di sampingnya, serta berloyalitas karenanya dan memusuhi karenanya.
Allah berfirman tentang hal ini,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِله وَلَوْ عَلَىٰ أَنفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ.
"Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kalian menjadi orang-orang yang selalu menegakkan keadilan dan selalu siap menjadi saksi karena Allah, walaupun merugikan terhadap diri kalian sendiri atau kedua orang tua atau kerabat."
(QS. An-Nisa': 135)
Sangat disayangkan kita melihat banyak dari kaum muslimin yang tidak memiliki atau kehilangan kedudukan yang besar ini, sehingga mereka lebih memperturutkan hawa nafsu mereka dan fanatik kepada pendapat-pendapat mereka dan kepada tokoh-tokoh dari kalangan para pengekor hawa nafsu dan ahlul batil. Kita berlindung kepada Allah darinya.
Ini merupakan perkara-perkara berbahaya yang merugikan Islam dan merugikan para pemuda serta memecah belah mereka.
Maka yang wajib atas kaum muslimin untuk mengikuti kebenaran yang dibawa oleh Muhammad ﷺ dan membelanya dengan harta serta dengan jiwa raganya.
Jadi kebenaran bagi kita sangat jauh lebih besar dari figur-figur, kelompok-kelompok, golongan-golongan, pemerintah, partai-partai dan yang lainnya.
Kebenaran lebih besar dan lebih mulia, dan tidaklah Allah menciptakan langit dan bumi kecuali dengan kebenaran.
🌐 Sumber: https://youtu.be/RGwsFqgkKN0?si=wliYbZ3LZ37P8W0w
https://xn--r1a.website/salafysolo
YouTube
[1] الانقياد للحق والخضوع له وترك التعصب | الشيخ د. ربيع بن هادي عمير المدخلي
#العلامة_ربيع
#الألباني_إمام_في السنة
اشترك معنا:
الموقع الإلكتروني:
http://www.rabee.net
قناتنا على التلغرام:
https://xn--r1a.website/rabeenet
حسابنا على تويتر:
https://twitter.com/rabee_almadkhli
صفحتنا على الفيس بوك:
https://www.facebook.com/rabee.madkhli
#الألباني_إمام_في السنة
اشترك معنا:
الموقع الإلكتروني:
http://www.rabee.net
قناتنا على التلغرام:
https://xn--r1a.website/rabeenet
حسابنا على تويتر:
https://twitter.com/rabee_almadkhli
صفحتنا على الفيس بوك:
https://www.facebook.com/rabee.madkhli
WASIAT AGAR MEMULIAKAN KEBENARAN SERTA MEMBANGUN LOYALITAS DAN PERMUSUHAN SEMATA-MATA KARENA ALLAH
••••
🎙️ Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali rahimahullah
Saya menasehatkan kepada pemuda untuk memuliakan kebenaran, mencarinya, dan berdiri bersamanya, walaupun kebenaran itu melawan (merugikan) dirinya sendiri, walaupun melawan ayahnya, ibunya, dan kerabatnya.
لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ، أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ، وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ.
"Engkau tidak akan menjumpai suatu kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat akan saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, walaupun orang-orang itu ayah-ayah, anak-anak, saudara-saudara, atau keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menetapkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan dari-Nya. Dan Dia akan memasukkan mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya."
(QS. Al-Mujadilah: 22)
Ini merupakan balasan bagi siapa saja yang berloyalitas karena Allah dan bermusuhan karena-Nya, serta mereka tidak dipengaruhi oleh perasaan buta demi membela kerabatnya, keluarganya, ayah-ayahnya, saudara-saudaranya, dan semisalnya.
Perkara ini mencakup orang-orang kafir dan mencakup para pengekor hawa nafsu (ahli bid'ah) dan orang-orang sesat. Dan banyak para imam yang menerapkan ayat ini terhadap mereka karena sesungguhnya para pengekor hawa nafsu mendapatkan bagian dari loyalitas dan permusuhan semacam ini.
Pahamilah perkara-perkara manhaj yang besar ini yang diletakkan dan disyariatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk hamba-hamba-Nya.
Seorang muslim hendaklah menimbang dirinya dengan timbangan-timbangan ini dan hendaknya dia merenungkan ketika berdua dengan Allah ketika bermunajat kepada-Nya, "Apakah aku berloyalitas karena-Mu, bermusuhan karena-Mu, membela kebenaran yang Engkau syariatkan, ataukah aku tunduk kepada hawa nafsuku?!"
Kalau dia menyadari bahwa dia tunduk kepada hawa nafsunya, maka hendaklah dia menyadari bahwa dia telah terjatuh pada jurang yang berbahaya.
Maka hendaknya dia bertaubat kepada Allah Tabaraka wa Ta'ala dan mengikhlaskan untuk Allah sikap loyalitas, sehingga loyalitasnya hanya untuk Allah dan cintanya hanya karena Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Kalian mengetahui bahwa sesungguhnya termasuk tujuh golongan yang diberi naungan oleh Allah pada naungan-Nya di hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya adalah dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya bersama karena-Nya dan berpisah karena-Nya.
Juga telah merasakan manisnya iman siapa saja yang Allah dan Rasul-Nya paling dia cintai dari selain keduanya, dan dia mencintai seseorang tidaklah dia mencintainya kecuali karena Allah, dan dia benci untuk kembali kepada kekafiran sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke dalam api.
Maka hendaklah dia membenci kekafiran, kefasikan dan maksiat, dan hendaklah dia benar-benar membenci untuk terjatuh kepada sedikit saja darinya, sebagaimana yang disebutkan oleh Allah Tabaraka wa Ta'ala dalam surat al-Hujurat.
حَبَّبَ اِلَيْكُمُ الْاِيْمَانَ وَزَيَّنَهٗ فِيْ قُلُوْبِكُمْ وَكَرَّهَ اِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ.
"Allah menjadikan kalian mencintai keimanan dan menjadikannya indah dalam hati kalian, serta menjadikan kalian membenci kekafiran, kefasikan, dan maksiat."
(QS. Al-Hujurat: 7)
Maka hendaknya seorang mu'min berdoa kepada Rabbnya dengan ikhlas dan jujur agar menjadikan dirinya mencintai keimanan dan menjadikannya indah dalam hatinya serta menjadikannya membenci kekafiran, kefasikan dan maksiat.
🌐 Sumber: https://youtu.be/TC_Q_l2ar74?si=ASn6L6Xwv9-JqlaD
https://xn--r1a.website/salafysolo
••••
🎙️ Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali rahimahullah
Saya menasehatkan kepada pemuda untuk memuliakan kebenaran, mencarinya, dan berdiri bersamanya, walaupun kebenaran itu melawan (merugikan) dirinya sendiri, walaupun melawan ayahnya, ibunya, dan kerabatnya.
لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ، أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ، وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ.
"Engkau tidak akan menjumpai suatu kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat akan saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, walaupun orang-orang itu ayah-ayah, anak-anak, saudara-saudara, atau keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menetapkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan dari-Nya. Dan Dia akan memasukkan mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya."
(QS. Al-Mujadilah: 22)
Ini merupakan balasan bagi siapa saja yang berloyalitas karena Allah dan bermusuhan karena-Nya, serta mereka tidak dipengaruhi oleh perasaan buta demi membela kerabatnya, keluarganya, ayah-ayahnya, saudara-saudaranya, dan semisalnya.
Perkara ini mencakup orang-orang kafir dan mencakup para pengekor hawa nafsu (ahli bid'ah) dan orang-orang sesat. Dan banyak para imam yang menerapkan ayat ini terhadap mereka karena sesungguhnya para pengekor hawa nafsu mendapatkan bagian dari loyalitas dan permusuhan semacam ini.
Pahamilah perkara-perkara manhaj yang besar ini yang diletakkan dan disyariatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk hamba-hamba-Nya.
Seorang muslim hendaklah menimbang dirinya dengan timbangan-timbangan ini dan hendaknya dia merenungkan ketika berdua dengan Allah ketika bermunajat kepada-Nya, "Apakah aku berloyalitas karena-Mu, bermusuhan karena-Mu, membela kebenaran yang Engkau syariatkan, ataukah aku tunduk kepada hawa nafsuku?!"
Kalau dia menyadari bahwa dia tunduk kepada hawa nafsunya, maka hendaklah dia menyadari bahwa dia telah terjatuh pada jurang yang berbahaya.
Maka hendaknya dia bertaubat kepada Allah Tabaraka wa Ta'ala dan mengikhlaskan untuk Allah sikap loyalitas, sehingga loyalitasnya hanya untuk Allah dan cintanya hanya karena Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Kalian mengetahui bahwa sesungguhnya termasuk tujuh golongan yang diberi naungan oleh Allah pada naungan-Nya di hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya adalah dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya bersama karena-Nya dan berpisah karena-Nya.
Juga telah merasakan manisnya iman siapa saja yang Allah dan Rasul-Nya paling dia cintai dari selain keduanya, dan dia mencintai seseorang tidaklah dia mencintainya kecuali karena Allah, dan dia benci untuk kembali kepada kekafiran sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke dalam api.
Maka hendaklah dia membenci kekafiran, kefasikan dan maksiat, dan hendaklah dia benar-benar membenci untuk terjatuh kepada sedikit saja darinya, sebagaimana yang disebutkan oleh Allah Tabaraka wa Ta'ala dalam surat al-Hujurat.
حَبَّبَ اِلَيْكُمُ الْاِيْمَانَ وَزَيَّنَهٗ فِيْ قُلُوْبِكُمْ وَكَرَّهَ اِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ.
"Allah menjadikan kalian mencintai keimanan dan menjadikannya indah dalam hati kalian, serta menjadikan kalian membenci kekafiran, kefasikan, dan maksiat."
(QS. Al-Hujurat: 7)
Maka hendaknya seorang mu'min berdoa kepada Rabbnya dengan ikhlas dan jujur agar menjadikan dirinya mencintai keimanan dan menjadikannya indah dalam hatinya serta menjadikannya membenci kekafiran, kefasikan dan maksiat.
🌐 Sumber: https://youtu.be/TC_Q_l2ar74?si=ASn6L6Xwv9-JqlaD
https://xn--r1a.website/salafysolo
YouTube
[2] الوصية باحترام الحق .. وتنبيه مهم في مسألة الولاء والبراء | الشيخ د. ربيع بن هادي عمير المدخلي
اشترك معنا:
الموقع الإلكتروني:
http://www.rabee.net
قناتنا على التلغرام:
https://xn--r1a.website/rabeenet
حسابنا على تويتر:
https://twitter.com/rabee_almadkhli
صفحتنا على الفيس بوك:
https://www.facebook.com/rabee.madkhli
الموقع الإلكتروني:
http://www.rabee.net
قناتنا على التلغرام:
https://xn--r1a.website/rabeenet
حسابنا على تويتر:
https://twitter.com/rabee_almadkhli
صفحتنا على الفيس بوك:
https://www.facebook.com/rabee.madkhli
TIDAK BOLEH FANATIK MEMBELA YANG SALAH SIAPAPUN ORANGNYA
••••
🎙️ Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali rahimahullah
Jika syaikhmu keliru dan dikritik oleh syaikh yang lainnya, sementara kebenaran bersama syaikh yang lain ini, maka hendaknya engkau bersama syaikh yang lain ini, nasehatilah syaikhmu dan jangan fanatik membelanya! Tidak boleh bagimu untuk fanatik membelanya.
Jika engkau fanatik membelanya maka Syaikhul Islam menyerupakan hal ini dengan orang-orang Tatar. Ini merupakan fanatisme jahiliyah. Islam dan manhaj Salaf berlepas diri darinya.
Kami mendidik di atas sikap seperti ini dan kami berlepas diri dari tarbiyah yang menyelisihi tarbiyah yang diridhai oleh Allah untuk kita dan mensyariatkannya untuk kita.
Seandainya Ibnu Baz dan Ibnu Taimiyyah keliru dan dikritik oleh siapapun dengan kebenaran maka jangan marah!
Jika dia mengkritik dengan ilmu dan hujjah karena Allah Azza wa Jalla, maka jangan mengatakan, "Demi Allah, dia berani mengkritik Ibnu Baz dan Ibnu Taimiyyah!"
Jika dia mengkritik dengan kebenaran dan dengan adab serta memuliakan, karena tujuannya adalah mengikat manusia dengan manhaj Allah, dan kita tidak mengikat mereka dengan kesalahan-kesalahan manusia siapapun orangnya.
Bahkan seandainya seorang shahabat keliru, kita tidak menerima kesalahannya, kita tidak menerima kesalahannya.
🌐 Sumber: https://youtu.be/5qY03u_JrGM?si=rXVXQaH7hpofsqCE
https://xn--r1a.website/salafysolo
••••
🎙️ Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali rahimahullah
Jika syaikhmu keliru dan dikritik oleh syaikh yang lainnya, sementara kebenaran bersama syaikh yang lain ini, maka hendaknya engkau bersama syaikh yang lain ini, nasehatilah syaikhmu dan jangan fanatik membelanya! Tidak boleh bagimu untuk fanatik membelanya.
Jika engkau fanatik membelanya maka Syaikhul Islam menyerupakan hal ini dengan orang-orang Tatar. Ini merupakan fanatisme jahiliyah. Islam dan manhaj Salaf berlepas diri darinya.
Kami mendidik di atas sikap seperti ini dan kami berlepas diri dari tarbiyah yang menyelisihi tarbiyah yang diridhai oleh Allah untuk kita dan mensyariatkannya untuk kita.
Seandainya Ibnu Baz dan Ibnu Taimiyyah keliru dan dikritik oleh siapapun dengan kebenaran maka jangan marah!
Jika dia mengkritik dengan ilmu dan hujjah karena Allah Azza wa Jalla, maka jangan mengatakan, "Demi Allah, dia berani mengkritik Ibnu Baz dan Ibnu Taimiyyah!"
Jika dia mengkritik dengan kebenaran dan dengan adab serta memuliakan, karena tujuannya adalah mengikat manusia dengan manhaj Allah, dan kita tidak mengikat mereka dengan kesalahan-kesalahan manusia siapapun orangnya.
Bahkan seandainya seorang shahabat keliru, kita tidak menerima kesalahannya, kita tidak menerima kesalahannya.
🌐 Sumber: https://youtu.be/5qY03u_JrGM?si=rXVXQaH7hpofsqCE
https://xn--r1a.website/salafysolo
YouTube
ترك التعصب العلامة ربيع بن هادي
Enjoy the videos and music you love, upload original content, and share it all with friends, family, and the world on YouTube.
KITAB-KITAB RUDUD BAGIAN YANG SANGAT PENTING DARI MENUNTUT ILMU
••••
🎙️Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali rahimahullah
Kitab-kitab rudud (bantahan-bantahan ilmiah) penuh dengan ilmu, dan kalian tidak akan menjumpai ilmu yang hidup dan berdenyut nadinya yang bisa memilah antara yang haq dan yang batil kecuali pada kitab-kitab rudud.
Demi Allah, al-Qur'an membantah orang-orang kafir, orang-orang sesat, orang-orang munafik, Yahudi, serta Nashara, dan tidak membiarkan sebuah kesesatan pun kecuali mengkritiknya, membantahnya dan menjelaskan kesesatan orang-orang yang mengikutinya.
Sunnah demikian juga, manhaj Salaf, kitab-kitab akidah, dan kitab-kitab jarh wa ta’dil penuh dengan kritikan dan bantahan terhadap orang-orang yang mengikuti kebatilan, karena sesungguhnya kebenaran dan kebatilan tidak akan nampak jelas perbedaan diantara keduanya kecuali dengan kritikan dan bantahan.
Bacalah kitab-kitab Ibnu Taimiyyah, kitab-kitab Ibnul Qayyim, dan kitab-kitab salafiyyun di masa ini yang insyaallah mereka berjihad di jalan Allah, membela dakwah, menghalangi para pemuda umat ini dari berbagai fitnah, menjelaskan kepada mereka jalan Islam yang benar dari jalan-jalan yang sesat, dan menyingkap kejahatan para tokoh bid'ah dan kesesatan!
Maka ketahuilah apa tujuan mereka memerangi kitab-kitab rudud!
Belajarlah, bersungguh-sungguhlah dalam menuntut ilmu, dan kerahkan segenap kemampuan kalian dalam menuntut ilmu!
Dan termasuk yang akan membantu kalian untuk memahami ilmu yang benar adalah kitab-kitab rudud, karena itu merupakan bagian yang sangat penting dari menuntut ilmu!
Orang yang tidak mengenal kitab-kitab rudud walaupun dia hafal sekian banyak ilmu --barakallahu fik-- maka sesungguhnya dia akan berada pada sikap yang mudah berubah-ubah.
Dan sungguh kami telah melihat banyak orang-orang yang telah memiliki ilmu kemudian dia terjatuh dalam kesesatan.
https://youtu.be/fY7ZwH__M0g?si=JftpWewB-AIrBRAQ
https://xn--r1a.website/salafysolo
••••
🎙️Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali rahimahullah
Kitab-kitab rudud (bantahan-bantahan ilmiah) penuh dengan ilmu, dan kalian tidak akan menjumpai ilmu yang hidup dan berdenyut nadinya yang bisa memilah antara yang haq dan yang batil kecuali pada kitab-kitab rudud.
Demi Allah, al-Qur'an membantah orang-orang kafir, orang-orang sesat, orang-orang munafik, Yahudi, serta Nashara, dan tidak membiarkan sebuah kesesatan pun kecuali mengkritiknya, membantahnya dan menjelaskan kesesatan orang-orang yang mengikutinya.
Sunnah demikian juga, manhaj Salaf, kitab-kitab akidah, dan kitab-kitab jarh wa ta’dil penuh dengan kritikan dan bantahan terhadap orang-orang yang mengikuti kebatilan, karena sesungguhnya kebenaran dan kebatilan tidak akan nampak jelas perbedaan diantara keduanya kecuali dengan kritikan dan bantahan.
Bacalah kitab-kitab Ibnu Taimiyyah, kitab-kitab Ibnul Qayyim, dan kitab-kitab salafiyyun di masa ini yang insyaallah mereka berjihad di jalan Allah, membela dakwah, menghalangi para pemuda umat ini dari berbagai fitnah, menjelaskan kepada mereka jalan Islam yang benar dari jalan-jalan yang sesat, dan menyingkap kejahatan para tokoh bid'ah dan kesesatan!
Maka ketahuilah apa tujuan mereka memerangi kitab-kitab rudud!
Belajarlah, bersungguh-sungguhlah dalam menuntut ilmu, dan kerahkan segenap kemampuan kalian dalam menuntut ilmu!
Dan termasuk yang akan membantu kalian untuk memahami ilmu yang benar adalah kitab-kitab rudud, karena itu merupakan bagian yang sangat penting dari menuntut ilmu!
Orang yang tidak mengenal kitab-kitab rudud walaupun dia hafal sekian banyak ilmu --barakallahu fik-- maka sesungguhnya dia akan berada pada sikap yang mudah berubah-ubah.
Dan sungguh kami telah melihat banyak orang-orang yang telah memiliki ilmu kemudian dia terjatuh dalam kesesatan.
https://youtu.be/fY7ZwH__M0g?si=JftpWewB-AIrBRAQ
https://xn--r1a.website/salafysolo
YouTube
كتب الردود جزء مهم جدا من طلب العلم 📚 الشيخ ربيع بن هادي عمير المدخلي -حفظه الله-
Enjoy the videos and music you love, upload original content, and share it all with friends, family, and the world on YouTube.
JIHAD YANG PALING UTAMA
••••
🎙Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali rahimahullah berkata,
إنقاذ الناس من حبائل أهل البدع أفضل جهاد وأفضل من الضرب بالسيوف –والله–.
"Menyelamatkan manusia dari jeratan ahli bid'ah merupakan jihad yang paling utama dan lebih afdhal dibandingkan dengan menebaskan pedang (jihad dengan senjata), demi Allah."
📚 Marhaban Yaa Thalibal 'Ilmi, hlm. 28–29
https://xn--r1a.website/salafysolo
••••
🎙Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali rahimahullah berkata,
إنقاذ الناس من حبائل أهل البدع أفضل جهاد وأفضل من الضرب بالسيوف –والله–.
"Menyelamatkan manusia dari jeratan ahli bid'ah merupakan jihad yang paling utama dan lebih afdhal dibandingkan dengan menebaskan pedang (jihad dengan senjata), demi Allah."
📚 Marhaban Yaa Thalibal 'Ilmi, hlm. 28–29
https://xn--r1a.website/salafysolo
Telegram
SALAFY SOLO
Dakwah tidak akan hidup kecuali jika meninggikan bendera kebenaran, dan di waktu yang sama menghinakan kebatilan.
https://xn--r1a.website/salafysolo/1035
https://xn--r1a.website/salafysolo/1035
HAKEKAT TAWADHU'
••••
Fudhail bin Iyadh rahimahullah ditanya tentang apa yang dimaksud dengan tawadhu', maka beliau menjawab,
«التَّوَاضُعُ أَنْ تَخْضَعَ للْحَقِّ وَتَنْقَادَ لَهُ، وَلَوْ سَمِعَتَهُ مِنْ صَبِيٍّ قَبِلْتَهُ مِنْهُ، وَلَوْ سَمِعَتَهُ مِنْ أجَهَلِ النَّاسِ قَبِلْتَهُ مِنْهُ»
"Tawadhu' adalah dengan engkau tunduk kepada kebenaran dan mengikutinya, walaupun engkau mendengarnya dari seorang anak kecil engkau tetap menerimanya darinya; dan walaupun engkau mendengarnya dari orang yang paling bodoh sekalipun engkau tetap menerimanya darinya."
📚 At-Tawadhu' wal Khumul, no. 77
🌐 Sumber: https://x.com/i/status/2021512890260562163
https://xn--r1a.website/salafysolo
••••
Fudhail bin Iyadh rahimahullah ditanya tentang apa yang dimaksud dengan tawadhu', maka beliau menjawab,
«التَّوَاضُعُ أَنْ تَخْضَعَ للْحَقِّ وَتَنْقَادَ لَهُ، وَلَوْ سَمِعَتَهُ مِنْ صَبِيٍّ قَبِلْتَهُ مِنْهُ، وَلَوْ سَمِعَتَهُ مِنْ أجَهَلِ النَّاسِ قَبِلْتَهُ مِنْهُ»
"Tawadhu' adalah dengan engkau tunduk kepada kebenaran dan mengikutinya, walaupun engkau mendengarnya dari seorang anak kecil engkau tetap menerimanya darinya; dan walaupun engkau mendengarnya dari orang yang paling bodoh sekalipun engkau tetap menerimanya darinya."
📚 At-Tawadhu' wal Khumul, no. 77
🌐 Sumber: https://x.com/i/status/2021512890260562163
https://xn--r1a.website/salafysolo
X (formerly Twitter)
راية الإصلاح (@rayatalislah) on X
#راية_الإصلاح_فائدة_اليوم
📌 سُئل الفُضَيل بن عياض رحمه الله عن التَّواضُع؛ فقال:
«التَّواضُعُ أن تَخْضَعَ للحقِّ وتنقادَ له، ولو سمعتَه مِن صبيٍّ قبِلْتَه منه، ولو سمعتَه مِن أجهَلِ النَّاسِ قبلتَه منه» [«التواضع والخمول» لابن أبي الدنيا (٨٨)]
📌 سُئل الفُضَيل بن عياض رحمه الله عن التَّواضُع؛ فقال:
«التَّواضُعُ أن تَخْضَعَ للحقِّ وتنقادَ له، ولو سمعتَه مِن صبيٍّ قبِلْتَه منه، ولو سمعتَه مِن أجهَلِ النَّاسِ قبلتَه منه» [«التواضع والخمول» لابن أبي الدنيا (٨٨)]
APAKAH MENIMBA ILMU DARI ORANG YANG MAJHUL TIDAK BOLEH SECARA MUTLAK?
••••
🎙️ Syaikh Ubaid bin Abdillah al-Jabiri rahimahullah
Pertanyaan:
Apakah menimba ilmu dari orang yang majhul (tidak diketahui keadaannya) tidak boleh secara mutlak sampai dipastikan apakah dia di atas manhaj Salaf?
Jawaban:
Ini berbeda sesuai dengan perbedaan keadaan; jika engkau berada di negeri ilmu yang engkau mampu sampai kepada mereka (para ulama) maka tinggalkanlah dia selama dia majhul.
Namun jika engkau berada di negeri yang tidak terdapat para ulama, para ulama tidak ada, atau mereka berada di tempat yang engkau tidak mampu untuk sampai ke sana, maka ambillah berdasarkan apa yang nampak darinya dan pantaulah. Jika dia mengatakan, "Allah berfirman, Rasul-Nya bersabda..." dan dia menjelaskan masalah-masalah dengan penjelasan yang baik dan dia menerangkan masalah-masalah yang dibutuhkan oleh orang-orang di negerinya, dia mendakwahkan tauhid, memperingatkan dari syirik, menyebutkan contoh-contoh syirik besar hingga manusia menjauhkan diri darinya, dan memisahkan diri dari orang-orang yang melakukannya, maka terimalah. Perkaranya akan nampak.
Namun jika kalian menjumpai pada dirinya sikap mencampur aduk (kebenaran dan kebatilan) dan ngawur, maka orang seperti ini tinggalkanlah. Dan kalian bisa melalui telepon atau duduk di depan website internet untuk menimba ilmu dari para ulama yang dikenal.
🌐 Sumber: https://youtu.be/aDdCzeeeCYI?si=cc0N3m9NBEi1o4JM
https://xn--r1a.website/salafysolo
••••
🎙️ Syaikh Ubaid bin Abdillah al-Jabiri rahimahullah
Pertanyaan:
Apakah menimba ilmu dari orang yang majhul (tidak diketahui keadaannya) tidak boleh secara mutlak sampai dipastikan apakah dia di atas manhaj Salaf?
Jawaban:
Ini berbeda sesuai dengan perbedaan keadaan; jika engkau berada di negeri ilmu yang engkau mampu sampai kepada mereka (para ulama) maka tinggalkanlah dia selama dia majhul.
Namun jika engkau berada di negeri yang tidak terdapat para ulama, para ulama tidak ada, atau mereka berada di tempat yang engkau tidak mampu untuk sampai ke sana, maka ambillah berdasarkan apa yang nampak darinya dan pantaulah. Jika dia mengatakan, "Allah berfirman, Rasul-Nya bersabda..." dan dia menjelaskan masalah-masalah dengan penjelasan yang baik dan dia menerangkan masalah-masalah yang dibutuhkan oleh orang-orang di negerinya, dia mendakwahkan tauhid, memperingatkan dari syirik, menyebutkan contoh-contoh syirik besar hingga manusia menjauhkan diri darinya, dan memisahkan diri dari orang-orang yang melakukannya, maka terimalah. Perkaranya akan nampak.
Namun jika kalian menjumpai pada dirinya sikap mencampur aduk (kebenaran dan kebatilan) dan ngawur, maka orang seperti ini tinggalkanlah. Dan kalian bisa melalui telepon atau duduk di depan website internet untuk menimba ilmu dari para ulama yang dikenal.
🌐 Sumber: https://youtu.be/aDdCzeeeCYI?si=cc0N3m9NBEi1o4JM
https://xn--r1a.website/salafysolo
YouTube
هل أخد العلم عن المجهول لا يجوز مطلقا حتى يُتأكد من سلفيته الشيخ عبيد الجابري حفظه الله
هل أخد العلم عن المجهول لا يجوز مطلقا حتى يُتأكد من سلفيته الشيخ عبيد الجابري حفظه الله
*🇲🇦السنة سفينة نوح🇲🇦*
*الدعوة إلى الله بالكتاب و السنة وبفهم سلف الأمة*
https://xn--r1a.website/safintnoh
*🇲🇦السنة سفينة نوح🇲🇦*
*الدعوة إلى الله بالكتاب و السنة وبفهم سلف الأمة*
https://xn--r1a.website/safintnoh
KEHATI-HATIAN PARA ULAMA DALAM MEMVONIS KAFIR
••••
🎙Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,
كنت أقول للجهمية من الحلولية والنفاة الذين نفوا أن الله تعالى فوق العرش لما وقعت محنتهم: أنا لو وافقتكم كنت كافرا؛ لأني أعلم أن قولكم كفر، وأنتم عندي لا تكفرون؛ لأنكم جهال.
"Saya mengatakan kepada orang-orang Jahmiyyah yang meyakini bahwa Allah menitis pada makhluk dan mengingkari Allah Ta'ala di atas Arsy ketika terjadi ujian dengan kemunculan mereka: Saya jika sepakat dengan kalian maka saya kafir, karena saya mengetahui bahwa keyakinan kalian merupakan kekafiran, sedangkan kalian menurut saya tidak kafir karena kalian adalah orang-orang yang bodoh."
📚 Ar-Raddu Alal Bakri, hlm. 46
https://xn--r1a.website/salafysolo
••••
🎙Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,
كنت أقول للجهمية من الحلولية والنفاة الذين نفوا أن الله تعالى فوق العرش لما وقعت محنتهم: أنا لو وافقتكم كنت كافرا؛ لأني أعلم أن قولكم كفر، وأنتم عندي لا تكفرون؛ لأنكم جهال.
"Saya mengatakan kepada orang-orang Jahmiyyah yang meyakini bahwa Allah menitis pada makhluk dan mengingkari Allah Ta'ala di atas Arsy ketika terjadi ujian dengan kemunculan mereka: Saya jika sepakat dengan kalian maka saya kafir, karena saya mengetahui bahwa keyakinan kalian merupakan kekafiran, sedangkan kalian menurut saya tidak kafir karena kalian adalah orang-orang yang bodoh."
📚 Ar-Raddu Alal Bakri, hlm. 46
https://xn--r1a.website/salafysolo
Telegram
SALAFY SOLO
Dakwah tidak akan hidup kecuali jika meninggikan bendera kebenaran, dan di waktu yang sama menghinakan kebatilan.
https://xn--r1a.website/salafysolo/1035
https://xn--r1a.website/salafysolo/1035
BOLEHKAH MENJATUHKAN VONIS SEBAGAI AHLI BID'AH KEPADA SESEORANG DARI AHLUS SUNNAH TANPA MENYEBUTKAN DALILNYA?
••••
🎙️Mufti Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Ada yang mengatakan bahwa seorang ulama atau penuntut ilmu tidak wajib untuk menyebutkan dalil jika dia memvonis salah seorang dari Ahlus Sunnah sebagai ahli bid'ah, dan wajib atas orang-orang awam untuk taklid kepadanya dalam menjatuhkan vonis kepada orang yang dianggap sebagai ahli bid'ah tersebut.
Apakah ucapannya ini benar?
Jawaban:
Ucapan siapapun tidak bisa diterima kecuali dengan dalil, ucapan siapapun tidak bisa diterima kecuali dengan dalil, terlebih lagi pada perkara-perkara yang berbahaya, yaitu menjatuhkan vonis sebagai ahli bid'ah kepada salah seorang dari Ahlus Sunnah.
Bagaimana seseorang bisa menjadi salah seorang Ahlus Sunnah tetapi divonis sebagai ahli bid'ah?!
Tidak bisa termasuk Ahlus Sunnah kecuali seseorang yang bersih dari bid'ah.
Jadi hal semacam ini tidak boleh selamanya.
Ini merupakan ucapan yang batil.
Barangsiapa yang menjatuhkan vonis sebagai ahli bid'ah kepada siapapun maka dia harus menyebutkan dalil yang menunjukkan bid'ahnya, hingga bisa dilihat apakah dia seorang ahli bid'ah yang sebenarnya atau tidak.
🌐 Sumber: https://youtu.be/z2-e07iYJWg?si=Ty6EQ6RzrvL6vKCk
https://xn--r1a.website/salafysolo
••••
🎙️Mufti Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Ada yang mengatakan bahwa seorang ulama atau penuntut ilmu tidak wajib untuk menyebutkan dalil jika dia memvonis salah seorang dari Ahlus Sunnah sebagai ahli bid'ah, dan wajib atas orang-orang awam untuk taklid kepadanya dalam menjatuhkan vonis kepada orang yang dianggap sebagai ahli bid'ah tersebut.
Apakah ucapannya ini benar?
Jawaban:
Ucapan siapapun tidak bisa diterima kecuali dengan dalil, ucapan siapapun tidak bisa diterima kecuali dengan dalil, terlebih lagi pada perkara-perkara yang berbahaya, yaitu menjatuhkan vonis sebagai ahli bid'ah kepada salah seorang dari Ahlus Sunnah.
Bagaimana seseorang bisa menjadi salah seorang Ahlus Sunnah tetapi divonis sebagai ahli bid'ah?!
Tidak bisa termasuk Ahlus Sunnah kecuali seseorang yang bersih dari bid'ah.
Jadi hal semacam ini tidak boleh selamanya.
Ini merupakan ucapan yang batil.
Barangsiapa yang menjatuhkan vonis sebagai ahli bid'ah kepada siapapun maka dia harus menyebutkan dalil yang menunjukkan bid'ahnya, hingga bisa dilihat apakah dia seorang ahli bid'ah yang sebenarnya atau tidak.
🌐 Sumber: https://youtu.be/z2-e07iYJWg?si=Ty6EQ6RzrvL6vKCk
https://xn--r1a.website/salafysolo
YouTube
433 - هناك من يقول أن العالم أو طالب العلم غير ملزم بذكر دليل إذا بدع أحدا من أهل السنة هل هذا صحيح؟
السيرة الذاتية :
معالي الشيخ الأستاذ الدكتور صالح بن فوزان الفوزان ، عضو هيئة كبار العلماء ، وعضو اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء بالمملكة العربية السعودية .
من أراد الاستيزاد الدخول على الرابط
http://bit.do/FawzanBio
------
للاطلاع على جميع مواد…
معالي الشيخ الأستاذ الدكتور صالح بن فوزان الفوزان ، عضو هيئة كبار العلماء ، وعضو اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء بالمملكة العربية السعودية .
من أراد الاستيزاد الدخول على الرابط
http://bit.do/FawzanBio
------
للاطلاع على جميع مواد…
APAKAH YANG DILAKUKAN SHAHABAT DISYARIATKAN JIKA TIDAK ADA RIWAYATNYA DARI NABI ﷺ?
••••
🎙️Mufti Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Jika terdapat riwayat dari sebagian shahabat radhiyallahu 'anhum dan tidak ada riwayat dari Nabi ﷺ, apakah disyariatkan bagi saya untuk melakukannya?
Jawaban:
Ya, meneladani para shahabat memiliki keutamaan dan memiliki kebaikan.
🌐 Sumber: https://youtu.be/Q45oeXdppu0?si=zcwdlWkyFLNd3OWq
https://xn--r1a.website/salafysolo
••••
🎙️Mufti Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Jika terdapat riwayat dari sebagian shahabat radhiyallahu 'anhum dan tidak ada riwayat dari Nabi ﷺ, apakah disyariatkan bagi saya untuk melakukannya?
Jawaban:
Ya, meneladani para shahabat memiliki keutamaan dan memiliki kebaikan.
🌐 Sumber: https://youtu.be/Q45oeXdppu0?si=zcwdlWkyFLNd3OWq
https://xn--r1a.website/salafysolo
YouTube
[5077] هل ما ورد عن الصحابة ولم يثبت عن النبي ﷺ يكون مشروعًا؟ - صالح الفوزان
نص السؤال: إذا ورد الشيء عن بعض الصحابة - رضي الله عنهم - ولم يرد عن النبي صلى الله عليه وسلم هل يشرع لي فعله
رابط الحلقة:
برنامج (فتاوى) (148) لمعالي الشيخ صالح الفوزان بتاريخ [1438-01-04] - كبار العلماء
https://youtu.be/r4zGBoWqwYc
----------------…
رابط الحلقة:
برنامج (فتاوى) (148) لمعالي الشيخ صالح الفوزان بتاريخ [1438-01-04] - كبار العلماء
https://youtu.be/r4zGBoWqwYc
----------------…
MAYORITAS MANUSIA MUDAH IKUT-IKUTAN TANPA DASAR ILMIAH DAN TANPA PIKIR PANJANG
••••
Ibnu Qutaibah rahimahullah berkata,
والنّاسُ أسرابُ طَيرٍ يَتبَع بعضُها بعضًا، ولو ظَهَرَ لهم مَن يَدَّعي النُّبُوَّةَ مَعَ مَعرفَتِهِم بأنّ رسولَ اللهِ ﷺ خاتَمُ الأنبياء، أو مَن يَدَّعي الرُّبوبيَّةَ، لَوَجَدَ على ذلك أتباعًا وأشياعًا.
"Manusia itu bagaikan gerombolan burung; sebagian mereka mengikuti sebagian yang lain. Seandainya muncul di tengah mereka seseorang yang mengaku sebagai nabi, padahal mereka mengetahui bahwa Rasulullah ﷺ adalah penutup para nabi, atau ada seseorang yang mengaku sebagai tuhan, niscaya dia akan mendapatkan para pengikut dan para pendukung."
📚 Ta'wil Mukhtalafil Hadits, hlm. 14
https://xn--r1a.website/salafysolo
••••
Ibnu Qutaibah rahimahullah berkata,
والنّاسُ أسرابُ طَيرٍ يَتبَع بعضُها بعضًا، ولو ظَهَرَ لهم مَن يَدَّعي النُّبُوَّةَ مَعَ مَعرفَتِهِم بأنّ رسولَ اللهِ ﷺ خاتَمُ الأنبياء، أو مَن يَدَّعي الرُّبوبيَّةَ، لَوَجَدَ على ذلك أتباعًا وأشياعًا.
"Manusia itu bagaikan gerombolan burung; sebagian mereka mengikuti sebagian yang lain. Seandainya muncul di tengah mereka seseorang yang mengaku sebagai nabi, padahal mereka mengetahui bahwa Rasulullah ﷺ adalah penutup para nabi, atau ada seseorang yang mengaku sebagai tuhan, niscaya dia akan mendapatkan para pengikut dan para pendukung."
📚 Ta'wil Mukhtalafil Hadits, hlm. 14
https://xn--r1a.website/salafysolo
Telegram
SALAFY SOLO
Dakwah tidak akan hidup kecuali jika meninggikan bendera kebenaran, dan di waktu yang sama menghinakan kebatilan.
https://xn--r1a.website/salafysolo/1035
https://xn--r1a.website/salafysolo/1035