InaTEWS_BMKG
24.2K subscribers
3.93K photos
2.98K files
1.23K links
Telegram Chanel InaTEWS_BMKG,  merupakan salah satu alat moda  penyebaran informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami dari BMKG. User yang subscribe, secara bersamaan akan segera menerima informasi kapanpun pada saat BMKG mendiseminasikan informasi.
Download Telegram
Info Gempa Mag:6.1, 18-Agu-26 13:02:23 WIB, Lok:0.65 LS,98.32 BT (147 km Tenggara NIASSELATAN-SUMUT), Kedlmn:29 Km ::BMKG
Info Gempa dirasakan mag:6.1, lokasi:Pusat gempa berada di laut 147 km tenggara Nias Selatan, waktu:18-Agu-26 13:02:23 WIB, kedlmn:29 Km, gempa ini dirasakan(MMI):IV Tapanuli Utara, III-IV Padang, III-IV Padang Pariaman, III-IV Pariaman, III-IV Pasaman Barat, III-IV Kabupaten Agam, III Padang Sidempuan, III Subulussalam, III Nias Selatan, II-III Padang Panjang, II-III Tapanuli Tengah, II Gunung Sitoli::BMKG
Info Gempa Mag:5.2, 19-Agu-26 10:13:28 WIB, Lok:8.23 LS,121.51 BT (54 km TimurLaut MBAY-NAGEKEO-NTT), Kedlmn:10 Km ::BMKG
Info Gempa dirasakan mag:5.2, lokasi:Pusat gempa berada di laut 54 km timur laut Mbay, Nagekeo, waktu:19-Agu-26 10:13:28 WIB, kedlmn:10 Km, gempa ini dirasakan(MMI):III-IV Kab. Nagekeo, IV Kab. Ende::BMKG
GEMPABUMI TEKTONIK M5,2 DI FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI

Hari Rabu, 19 Agustus 2026, pukul 10:13:28 WIB wilayah Flores, Nusa Tenggara timur diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5.1 pada kedalaman 10 km. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,30° LS; 121,56° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 50 Km arah timur laut Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI .

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault ).

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa bumi ini dirasakan dengan :
1. IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ) di Palue, Sikka; Wewaria, Ende
2. III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ) di Maukaro, Ende

Gempa bumi ini merupakan rangkaian susulan dari gempabumi M7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 15 Agustus 2026 pukul 04.58.23 WIB. Hingga tanggal 19 Agustus 2026, pukul 11.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 2928 aktivitas gempa bumi susulan ( aftershock ), dengan magnitudo terbesar M6,2.

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau https://inatews.bmkg.go.id/web/detail?name=20260819101549&day=578), telegram channel (https://xn--r1a.website/InaTEWS__BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.*

Jakarta, 19 Agustus 2026
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG


Dr. WIJAYANTO, S.T., M.Sc.
Shakemap corrected
Info Gempa Mag:5.2, 19-Agu-26 18:01:30 WIB, Lok:5.62 LU,125.24 BT (225 km BaratLaut PULAUKARATUNG-SULUT), Kedlmn:10 Km ::BMKG
GEMPABUMI TEKTONIK M5,2 DI MINDANAO, FILIPINA, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI

Hari Jumat, 19 Agustus 2026, pukul 18.01.34 WIB, di wilayah Mindanao, Filipina diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,1 pada kedalaman 39 km. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5,57° LU ; 125,33° BT, atau tepatnya berlokasi di laut 214 km barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi di Cotabato Trench. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme sesar naik ( thrust fault ).

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan ( shakemap ), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas:
1. III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ) di Kepulauan Marore, Kepulauan Sangihe
2. II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang) di Miangas, Kepulauan Talaud; Kendahe, Kepulauan Sangihe

Hingga pukul 18.20.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan ( aftershock )

BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.
Himbauan kepada masyarakat:
1. Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
2. Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti media sosial @infoBMKG, website www.bmkg.go.id atau https://inatews.bmkg.go.id/web/detail?name=20260819180411&day=578 dan Mobile Apps infobmkg atau wrs-bmkg.

Jakarta, 19 Agustus 2026
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG


Dr. WIJAYANTO, S.T., M.Sc.
Shakemap corrected